Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Arti Serangan Kilat Iran ke ‘Israel’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2024 07:34 7:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2024 07:18
Bagikan
Bagikan

Serangan Iran ke โ€˜Israelโ€™ sangat berbeda dengan serangan Hamas dan faksi perlawanan di Gaza sangat well-prepared, yangย  sudah disapkannya 5 tahun

Oleh: Pizaro Gozali Idrus

Hidayatullah.com | IRAN melancarkan serangan militer langsung terhadap โ€˜Israelโ€™ pada Sabtu (13/4) waktu setempat dengan meluncurkan lebih dari 200 drone, rudal jelajah, dan rudal balistik ke โ€˜Israelโ€™.

Ini adalah serangan pertama Iran dalam sejarah terhadap โ€˜Israelโ€™. Situasi ini terjadi setelah โ€˜Israelโ€™ menghancurkan konsulat Teheran di Suriah pada 1 April lalu yang menewaskan 12 orang, termasuk dua jenderal elit Iran.

Tidak jelas apakah pertempuran ini berlanjut. Yang jelas Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, mengatakan Teheran telah menyelesaikan serangan balasannya terhadap โ€˜Israelโ€™.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

โ€œMenurut pandangan kami, operasi sudah selesai, tetapi angkatan bersenjata siap dan kami akan bertindak jika perlu,โ€ kata Baqeri.

Tel Aviv pada Ahad (14/3/2024) pukul 03.30 pagi juga sudah mencabut imbauan kepada warga agar bersembunyi di tempat-tempat aman selama serangan. Artinya, โ€˜Israelโ€™ menyimpulkan serangan telah berakhir.

Kita tidak melihat tidak ada ekskalasi yang besar atau korban di pihak militer penjajah โ€˜Israelโ€™ yang signifikan sebagaimana serangan Hamas dan perlawanan bersenjata dari jalur Gaza.

Apa yang bisa kita baca dari serangan singkat ini?

Pertama, alih-alih sebuah deklarasi perang terbuka kepada โ€˜Israelโ€™, serangan Iran ini lebih merupakan skala terbatas sebagai balasan kepada โ€˜Israelโ€™. Durasi serangan hanya berlangsung 5 jam.

Bukanlah perlawanan intens seperti yang dilakukan Hamas kepada โ€˜Israelโ€™ yang sudah hampir memasuki bulan ketujuh sejak Oktober dan banyak merugikan tentara dan fasilitas militer โ€˜Israelโ€™ sejak hari pertama pertempuran.

Dalam konteks serangan Iran, โ€˜Israelโ€™ hanya butuh waktu 7 jam untuk kembali membuka penerbangannya kembali ditangguhkan. Tentu kita tidak sedang mengganggap pertempuran ini sebagai sebuah sinetron. Tapi ini jauh dari ekspektasi narasi Iran selama ini yang ingin melenyapkan โ€˜Israelโ€™.

๐ˆ๐ซ๐š๐ง S๐ฎ๐๐š๐ก K๐จ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐€๐’

Kedua, beberapa hari sebelum serangan terjadi, Iran sudah membuka komunikasi kepada Inggris, Australia, dan Jerman. Informasi ini diketahui oleh Washington.

Bahwa Iran hanya akan merespons tindakan โ€˜Israelโ€™ย  secara terbatas atas dan tidak akan mengarah pada eklasasi di kawasan.

Bahkan pejabat AS lainnya mengatakan Washington berkomunikasi langsung dengan Iran melalui perantara Swiss dan Iran tidak menyampaikan ancaman melalui saluran ini.

Hal ini yang menyebabkan serangan dari Iran relatif sudah diketahui sejak awal. Tel Aviv mengatakan pada Sabtu serangan akan berlangsung dalam 48 jam kedepan.

Waktu yang sangat cukup bagi Tel Aviv dan Washington untuk mengantisipasinya.

Tidak mengherankan, pasukan AS mencegat lebih dari 70 drone serang satu arah dan setidaknya tiga rudal balistik selama serangan Iran terhadap โ€˜Israelโ€™.

Rudal balistik tersebut dicegat oleh kapal perang di Laut Mediterania bagian timur menurut sumber pejabat AS yang dilansir CNN.

Rudal balistik tersebut dicegat oleh kapal perang di Laut Mediterania bagian timur.

๐๐ฎ๐ค๐š๐ง S๐ž๐ซ๐š๐ง๐ ๐š๐ง W๐ž๐ฅ๐ฅ-P๐ซ๐ž๐ฉ๐š๐ซ๐ž๐

Ketiga, serangan Iran sangat berbeda dengan Hamas. Apa yang dilakukan Hamas bersama faksi perlawanan di Gaza sangat well-prepared. Mereka menyiapkannya sudah 5 tahun. Sangat rahasia dan terjaga.

Tanpa ada bocoran informasi ke Washington, apalagi โ€˜Israelโ€™. Hal ini yang membuat badai Taufan Al-Aqsha pada 7 Oktober lalu sangat efektif melumpuhkan kekuatan โ€˜Israelโ€™.

The Economist mengatakan Hamas melancarkan operasi militer seperti yang tertera dalam buku teks perang. Mereka memulai serangan secara hati-hati terhadap sensor dan komunikasi militer โ€˜Israelโ€™.

Banyak kamera pengintai โ€˜Israelโ€™ menjadi sasaran penembak jitu dan berhasil dinonaktifkan oleh Hamas. Perang perangat elektronik juga terlibat dalam operasi Hamas.

Serangan komando terhadap markas besar komando โ€˜Israelโ€™ di Gaza selatan mengganggu komunikasinya dan mencegah para komandan mengeluarkan sinyal peringatan.

Selanjutnya, puluhan kendaraan dan ratusan personel militer Hamas bergerak menerobos pagar perbatasan yang dibangun penjajah. Serangan tersebut juga memanfaatkan apa yang disebut oleh militer sebagai perang senjata gabungan: roket salvo besar-besaran saat fajar, pergerakan militer di darat, pesawat tempur yang menggunakan pesawat layang bertenaga, dan serangan melalui jalur laut.

Situasi ini sangat berbeda dengan serangan yang dilakukan Iran

๐Œ๐ž๐ง๐ ๐š๐ฉ๐š ๐ˆ๐ซ๐š๐ง (๐ก๐š๐ง๐ฒ๐š) M๐ž๐ฅ๐š๐ค๐ฎ๐ค๐š๐ง S๐ž๐ซ๐š๐ง๐ ๐š๐ง T๐ž๐ซ๐›๐š๐ญ๐š๐ฌ?

Pertanyaannya kemudian: kenapa serangan yang dilakukan Iran masih dalam taraf terbatas? Penulis menilainya pada empat hal.

Dalam membaca politik luar negeri Iran ada satu prinsip yang kita pegang: bahwa mereka akan lebih me,prioritaskan prinsip memperluas pengaruh ideologinya (Syiah) ketimbang harus berbenturan dengan โ€˜Israelโ€™ secara terbuka. Jikapun, Iran mau menyerang lebih kepada serangan terbatas.

Trita Parsi dalam disertasinya The Treacherous Alliance: The Secret Dealings of โ€˜Israelโ€™, Iran, and The US mengatakan Iran memiliki dua kebijakan luar negeri dalam Palestina.

Pertama kebijakan retorika. Di mana Iran akan terus mengecam sekeras mungkin setiap tindakan โ€˜Israelโ€™. Tetapi dalam kebijakan operasional, Iran akan tetap menjaga hubungan pragmatismenya dengan โ€˜Israelโ€™.

Iran, kata Parsi, juga lebih mempertimbangkan faktor strategis daripada ideologis. Untuk hal itu, Teheran akan sangat hati-hati untuk merealisasikan perlawanan kepada Tel Aviv. Serangan terbatas mungkin jalan tengah yang diambil Teheran.

Kedua, Iran bukanlah negara yang stabil secara ekonomi. Inflasi masih tinggi di Iran sekitar 35%. Mereka pasti akan mempertimbangkan faktor domestik dalam konteks perang melawan โ€˜Israelโ€™.

Aplagi Iran sudah diingatkan akan adanya dampak serangan balik yang sangat besar terhadap Teheran. Narasi-narasi perlawanan Iran terhadap โ€˜Israelโ€™ juga kerap dimanfaatkan Teheran untuk meredam desakan domestik.

Ketiga, Iran akan lebih banyak mengandalkan serangan dengan menggunakan proksinya di Timur Tengah seperti Hezbollah, Houthi dan lainnya. Serangan melalui jalur proksi akan lebih irit dana dan menghindari resiko dari revenge yang dilalukan Tel Aviv.

Keempat, Iran jg belom bisa memastikan siapakah sekutunya yang siap membackupnya jika memang mendelarasikan perang terhadap โ€˜Israelโ€™. China saat ini masih fokus pada isu ekonomi dan keteganan terhadap Taiwan dan Laut China Selatan.

Rusia masih berperang dengan Ukraine. Sedangkan Korea Utara masih memiliki konflik dengan โ€˜Israelโ€™.

Terlepas daari kondisi-kondisi itu, walaupun Beijing dan Moskow memainkan narasi dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, mereka tidak memiliki riwayat permusuhan kepada โ€˜Israelโ€™. Hubungan ekonomi dan pertahanan di antara mereka masih tetap terjaga.

Dalam pernyataannya, Beijing hanya menyampaikan โ€œkeprihatinan yang mendalamโ€ atas eskalasi yang terjadi saat dan meminta pihak-pihak terkait untuk bersikap tenang dan menahan diri untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Serangan Iran ini memang tak menampik menjadi tamparan bagi negeri-negeri Sunni yang dinilai diam terhadap kezaliman โ€˜Israelโ€™, tapi menjadikan Iran pahlwan dalam serangan kilat ini juga terlalu berlebihan.

Faksi Brigade Izzudin Al Qassam sudah sangat jauh meninggalkan keduanya soal arti perlawanan terhadap entitas Zionis. Belum lagi jika kita menengok pelanggaran-pelanggaran HAM Iran bersama rezim Assad terhadap warga Suriah. Wallahu aโ€™lam bishawab.*

Penulis adalah Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHamas faksi PalestinaHeadlineisraelPilihan Redaksiserangan Iranwell-prepared
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mualaf Jesslyn Terima Tantangan Debat Ferdinand Hutahaean soal Kekristenan secara Akademik
Tulisan selanjutnya Huawei Pakai Chip AI Buatan Intel Partai Republik Salahkan Presiden Joe Biden

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 ยฉ Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?