Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Prancis dan Jerman Sepakat Membuat Tank Generasi Baru

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 April 2024 14:32 2:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 April 2024 14:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para menteri pertahanan Jerman dan Prancis hari Jumat (26/4/2023) dijadwalkan akan menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mengembangkan tank tempur generasi baru, yng dikenal sebagai Main Ground Combat System (MGCS).

Proyek itu, yang sudah dalam proses pembuatan selama beberapa tahun, konon akan menjadikan negara Eropa unggul di atas Amerika Serikat atau Rusia dalam bidang perangkat keras perang generasi baru.

“Setelah beberapa bulan negosiasi intens, kami sekarang dapat menunjukkan hasilnya,” kata Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius kepada koran FAZ yang mempublikasikan wawancara bersama sejawatnya dari Prancis Sébastian Lecornu hari Kamis (25/4/2024), seperti dilansir RFI.

Hari Jumat ini, kedua negara akan menandatangani dokumen resmi sebagai dimulainya pengembangan tahap pertama tank berteknologi baru itu.

Lecornu menambahkan bahwa kontrak detailnya akan dirampungkan pada awal tahun depan.

Baca Juga

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Tank baru yang tersebut akan memiliki daya tembak generasi baru, dilengkapi dengan perangkat perang elektronik, kecerdasan buatan (AI), serta laser dan directed-energy weapons, senjata yang menghancurkan target dengan menggunakan kekuatan energi dan bukan proyektil solid, kata Menteri Pertahanan Prancis itu.

Dengan mulai terwujudnya kerja sama itu, kata Lecornu, Prancis dan Jerman berada di posisi lebih unggul dibandingkan Amerika Serikat, yang sampai sekarang “masih belum mulai berpikir tentang masa depan tank Abrams” andalannya.

Sementara itu Rusia mengalami sejumlah kegagalan dalam mengembangkan tank baru pengganti tank-tank mereka yang ada saat ini, imbuhnya.

Diharapkan akan sudah tersedia antara tahun 2035 dan 2040, tank MGCS nantinya akan menggantikan tank Leclrec Prancis dan tank Leopard Jerman.

Pada bulan Maret, Pistorius dan Lecornu mengumumkan bahwa mereka sudah mencapai kesepakatan bagaimana mengembangkan MGCS dan membagi tugas di antara kedua negara.

Menurut kesepakatan, biaya produksi tank itu akan ditanggung sama rata antara Prancis dan Jerman.

Ini merupakan kerja sama pembuatan alat perang yang kedua mereka, setelah sebelumnya disepakati tentang pengembangan jet tempur generasi baru yang dikenal sebagai Future Combat Air System (FCAS).

Pada bulan Maret, keduanya mencapai kesepakatan untuk memperbolehkan pabrikan tank Jerman-Prancis KNDS untuk membuka cabang lokal di Ukraina untuk memproduksi suku cadang dan melatih tenaga kerja setempat.

KNDS merupakan perusahaan holding yang dibentuk oleh perusahaan asal Prancis Nexter dan perusahaan asal Jerman Krauss-Maffei-Wegmann, yang merupakan pembuat tank Leclerc dan Leopard.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JermanmgcsPrancisTank
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah akan Blokir Gim Free Fire karena Berdampak Negatif pada Anak
Tulisan selanjutnya Pejabat Kejaksaan Meksiko Akui Negaranya Jawara Produksi Fentanyl

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya

Berita
3 Oktober 2026 20:04
UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan
Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

4 Oktober 2026 14:22
Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

3 Oktober 2026 20:41
Berita

Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

3 Oktober 2026 20:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?