Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Laporan: Netanyahu Korbankan Tawanan untuk Memburu Para Pemimpin Hamas

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 Mei 2024 01:37 1:37 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 Mei 2024 06:00
Bagikan
Benjamin dan Sara Netanyahu.
Bagikan

Hidayatullah.com – Entitas Israel telah “mengabaikan tujuannya” untuk menyelamatkan puluhan tawanan yang masih berada di dalam Gaza dan lebih memilih untuk “memburu para pemimpin Palestina,” menurut para pejabat militer Israel kepada Middle East Eye (MEE).

“Operasi Netanyahu di Gaza pada dasarnya ditujukan untuk … memburu Yahya Sinwar,” kata salah satu pejabat Israel yang bertugas di Gaza kepada media yang berbasis di Inggris itu, seraya menegaskan bahwa perang ini bersifat “pribadi” bagi sang perdana menteri.

“Beberapa sandera mungkin akan ditukar. Namun, sandera tidak lagi menjadi perhatian siapa pun,” kata sumber tersebut.

Para pejabat di Tel Aviv dilaporkan “terobsesi” untuk menangkap Sinwar dan para pejabat tinggi lainnya di dalam Brigade Al Qassam – sayap bersenjata Hamas.

Seorang pejabat Israel lainnya yang berbicara dengan MEE mengatakan bahwa sebuah “fase baru” dari perang genosida yang melibatkan “kehadiran militer jangka panjang” sedang direncanakan, dan menuduh bahwa hal ini telah “disetujui sebagian” oleh Washington.

Baca Juga

Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku

“Rencana ini telah disetujui sebagian oleh AS… Ini semua adalah bagian dari rencana yang disepakati oleh kedua negara untuk Gaza yang bebas dari Hamas,” ujar perwira tersebut.

Menurut pejabat tersebut, kehadiran jangka panjang Israel di Gaza termasuk invasi darat ke Rafah, yang diluncurkan Tel Aviv awal pekan ini dengan menguasai penyeberangan perbatasan utama.

Perkiraan Israel menyatakan bahwa 128 dari sekitar 250 tahanan yang ditawan oleh perlawanan Palestina pada 7 Oktober lalu masih berada di dalam Gaza, termasuk 35 orang yang menurut militer telah tewas. Menurut para pejabat Hamas, sedikitnya 70 tawanan telah terbunuh oleh serangan Israel di jalur tersebut.

Sikap baru dari Israel ini muncul di tengah-tengah protes besar yang telah berlangsung selama berminggu-minggu oleh warga yang menuntut agar para tawanan dikembalikan.

“Kami mendengar dari sumber-sumber yang terlibat dalam negosiasi bahwa … satu hal yang memisahkan kami dari kembalinya orang-orang yang kami cintai adalah dan tetap menjadi jaminan Israel untuk mengakhiri perang ini. Kepada Netanyahu dan pemerintah Israel, kami dengan jelas mengatakan sejak saat ini, jika satu-satunya cara untuk mengembalikan para tawanan adalah dengan memberikan jaminan Israel untuk mengakhiri perang ini, maka akhiri perang ini,” ujar Shahar Mor Zahiro, seorang anggota keluarga salah satu tawanan, dalam sebuah unjuk rasa pada awal pekan ini.

Hamas bersikap tegas bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata harus secara permanen mengakhiri perang, sementara para pemimpin Zionis berulang kali menuntut gencatan senjata apa pun hanya bersifat sementara, karena mereka ingin melanjutkan perang genosida – posisi yang mencerminkan keinginan mayoritas penduduk Israel.

Langkah Zionis ini juga mencerminkan kebijakan lama untuk membunuh saingannya, yang jarang berhasil menghalangi Perlawanan.

“Puluhan tahun pembunuhan politik yang ditargetkan telah menghasilkan Operasi Badai Al-Aqsa yang dipimpin oleh perlawanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tanggal 7 Oktober,” tulis kolumnis The Cradle, Khalil Harb, pada bulan Januari.

Khalil bahwa “meskipun telah bertahun-tahun melakukan ‘pemotongan rumput Palestina’, sebuah strategi yang tidak membedakan antara politisi, diplomat, pejuang, atau intelektual, Tel Aviv telah gagal untuk mematahkan kehendak perlawanan Palestina.”

Ia juga menyoroti bahwa kebijakan yang telah berlangsung selama beberapa dekade ini hanya menghasilkan “hasil yang sangat kontraproduktif” bagi Israel.

“Pembunuhan di luar hukum terhadap mantan Sekretaris Jenderal Hizbullah Abbas al-Musawi pada tahun 1992 meningkatkan popularitas kelompok perlawanan Lebanon dan memperkuat tekad mereka untuk menggulingkan pendudukan Israel… Demikian pula, pembunuhan tahun 1995 terhadap Pendiri Jihad Islam Palestina (PIJ) Fathi al-Shaqaqi di pulau Malta memperkuat gerakan ini, mengubahnya menjadi salah satu faksi perlawanan yang paling tangguh dan berkomitmen dalam sejarah Palestina.”

Menurut seorang pejabat Hamas yang berbicara kepada media Arab bulan lalu, Yahya Sinwar “tidak selalu berada di terowongan, seperti yang diklaim oleh Israel, tetapi juga melakukan tugasnya di lapangan.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHAMASHeadlineisraelYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dampak Aksi Protes Mahasiswa, Universitas Barcelona Putuskan Hubungan dengan Israel
Tulisan selanjutnya Tawaran untuk Mahasiswa Palestina Belajar di Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan

Berita
20 Agustus 2026 14:00
Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT

Terbaru

  • Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
  • Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
  • 1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
  • LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
  • Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
  • Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan
  • Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah
  • Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
  • Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad
  • Portugal Melarang Burqa

Mungkin Anda Juga Suka

Bantuan Kemanusiaan IHH
Berita

Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan

20 Agustus 2026 13:00
Berita

Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah

20 Agustus 2026 11:35
Berita

Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz

19 Agustus 2026 23:35
Berita

Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad

19 Agustus 2026 19:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?