Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bodoh Dipelihara! Aparat New Zealand Geram Lihat Aksi Pria “Body Slam” Paus Orca

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Mei 2024 15:18 3:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Mei 2024 15:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Upaya seorang pria New Zealand yang melompat dari atas sebuah perahu demi melakukan aksi “body slam” terhadap seekor paus orca dinilai sebagai tindakan “mengejutkan” dan “bodoh” oleh Department of Conservation negara itu.

Dalam sebuah rekaman video yang dibagikan di Instagram pada bulan Februari, seorang pria terlihat berdiri di tepian sebuah perahu dan melompat ke dalam laut di pesisir Devonport di Auckland. Tampak jelas aksi itu sengaja dilakukan pria itu untuk membenturkan tubuhnya dengan badan seekor orca yang sedang berenang di dekat perahu, kata Departemen Konservasi. Dia melompat sangat dekat dengan anak orca jantan itu, sementara seseorang merekam aksinya dan beberapa orang lain terdengar tertawa dan mengeluarkan ujaran kotor.

Ketika berenang kembali ke perahu pria itu berteriak “Saya menyentuhnya” dan bertanya apakah temannya berhasil merekam aksi nekatnya tersebut. Pria itu kemudian tampak berusaha untuk menyentuh orca itu lagi.

Hayden Loper, penyidik utama di departemen itu, mengatakan pria berusia 50-an tahun itu menunjukkan tindakan ceroboh yang mengabaikan keselamatannya sendiri dan keselamatan hewan tersebut.

“Video itu menunjukkan dengan jelas, mengejutkan dan perilaku yang benar-benar bodoh,” tegasnya, seperti dilansir The Guardian Rabu (22/5/2024).

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Pihak Departemen Konservasi mendapatkan laporan dari sejumlah warganet yang melihat rekaman tersebut di media sosial. Bekerja sama dengan pihak kepolisian, petugas dari departemen itu berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengganjarnya dengan denda $600.

“Tindakan itu jelas melanggar Marine Mammals Protection Act. Orca dikategorikan sebagai hewan paus yang dilindungi UU konservasi dan adalah tindakan ilegal berenang bersama (di dekat) atau mengusik atau melukai hewan mamalia laut apapun,” kata Loper.

Orang kerap melanggar UU itu tanpa disengaja, kata Loper. Contohnya, mengendarai jetski terlalu dekat demgan seekor mamalia laut, tetapi dalam kasus ini, “Itu sangat jelas sekali merupakan contoh nyata dari suatu kebodohan.”

Loper mengatakan tindakan bodoh itu sengaja dilakukan untuk mendapatkan jempol suka dan dilihat oleh banyak warganet.

“Ini semacam mentalitas kawanan dan mereka mendorong perilaku seperti ini,” imbuh Loper.

Paus orca atau dikenal juga dengan julukan “paus pembunuh” – meskipun tidak ada catatan yang menunjukkan orca pernah membunuh manusia yang memang bukan mangsa organiknya – mudah ditemukan di perairan New Zealand. Namun, dengan populasinya yang tinggal hanya sekitar 150-200 ekor, paus orca dimasukkan ke dalam daftar hewan yang terancam punah.

Anak orca dalam kasus ini tampaknya luput dari cedera. Namun menurut Hannah Hendriks, penasihat teknis maritim di Departemen Konservasi, melompat ke dalam air dan mengenai tubuh hewan lumba-lumba atau paus kecil sangat berpotensi merusak sensitivitas sirip mamalia laut itu.

Aksi melompat ke dalam air dekat hewan-hewan tersebut dapat membuat mereka terkejut dan panik dan akibatnya mereka berisiko menabrak baling-baling atau lunas kapal.

“Berinteraksi dengan kawanan mamalia laut dapat mengganggu perilaku alamiah mereka seperti berisitirahat, makan, dan bersosialisasi dengan sesamanya, yang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk bertahan hidup dan beranak-pinak. Sementara gangguan berulang yang dialami hewan-hewan itu di habitatnya bisa mendorong mereka terpaksa meninggalkan daerah tersebut,” papar Hendriks.

Berinteraksi dengan anak mamalia laut dapat menimbulkan petaka bagi hewan itu karena membuatnya berisiko tertinggal dari kawanannya yang sudah berenang ke tempat lain, padahal mamalia yang masih kecil membutuhkan susu dan suapan makanan dari ibunya. Akibatnya, anak paus akan kelaparan, terdampar dan akhirnya mati.*

Seorang pria di New Zealand berusaha melakukan “body slam” terhadap seekor anak paus orca.
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:New Zealandpaus orca
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kirato Wakayama Bekas Aktor Cilik Jepang yang Jadi Pembunuh Bayaran
Tulisan selanjutnya Mohamed Camara Tutupi Logo LGBT Jersey Klub Monaco Menteri Prancis Teriak Sanksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?