Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Survei: Mayoritas Generasi Muda Inggris Meyakini Israel Tidak Boleh Ada

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 8 Juni 2024 18:03 6:03 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Juni 2024 18:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Mayoritas generasi muda di Inggris meyakini bahwa ‘Israel’ seharusnya tidak ada atau eksis, menurut sebuah survei oleh UnHerd.

Hasil survei tersebut semakin membuktikan bahwa dukungan terhadap entitas Zionis telah mencapai titik terendah.

Menurut survei YouGov baru-baru ini, hanya 16 persen masyarakat Inggris yang menyatakan solidaritasnya terhadap ‘Israel’.

UnHerd mensurvei 1.012 pemilih tentang kebijakan luar negeri. Salah satu temuan paling mencolok adalah bahwa mayoritas anak muda Inggris tidak percaya bahwa Israel seharusnya ada. Sebanyak 54 persen responden berusia 18-24 tahun memiliki pendapat ini, sementara hanya 21 persen tidak setuju.

Sentimen ini tercermin lebih jauh dalam pertanyaan lain dari jajak pendapat tersebut, yang menanyakan siapa yang lebih pantas disalahkan atas serangan militer ‘Israel’ terhadap 2,2 juta warga Palestina di Gaza. Setengah dari responden menyalahkan pemerintah ‘Israel’, sementara hanya seperempatnya yang menganggap Hamas bertanggung jawab. Hanya 19 persen yang menjawab dengan pandangan bahwa semua pihak harus disalahkan.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Perubahan luar biasa dalam opini publik ini ditepis oleh UnHerd, sebuah media sayap kanan, sebagai tanda lain dari pengaruh TikTok. Alih-alih mengakui adanya penolakan nyata terhadap serangan militer ‘Israel’ di Gaza dan keterlibatan mereka sendiri dalam apa yang banyak orang anggap sebagai genosida, pemerintah Barat dan media arus utama di kedua sisi Atlantik justru menjadikan raksasa media sosial ini sebagai kambing hitam, membingkai perubahan tersebut sebagai konspirasi China.

Media sosial seperti TikTok juga populer di kalangan tentara ‘Israel’ karena menampilkan rekaman mereka yang menyiksa warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, dan bahkan melakukan kejahatan perang. Video-video ini telah menjadi bagian dari kampanye militer ‘Israel’, mengekspos radikalisasi pasukan pendudukan dan dehumanisasi ‘Israel’ terhadap warga Palestina.

Pengungkapan kejahatan ‘Israel’ di platform media sosial telah memainkan peran penting dalam membentuk opini kaum muda Inggris, UnHerd mengakui.

Sebuah gambar “semua mata tertuju ke Rafah” ata “All Eyes on Rafah” yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI) dikatakan telah dibagikan lebih dari 44 juta kali di Instagram, dan konten pro-Palestina telah menjamur di TikTok.

TikTok membantah klaim bahwa platform media sosial asal Tiongkok itu sengaja mempromosikan konten anti-‘Israel’.

Jajak pendapat UnHerd juga menemukan bahwa warga Inggris berusia 18-24 tahun jauh lebih tertarik dengan perang di Gaza daripada konflik global lainnya, seperti perang Rusia-Ukraina atau ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Di antara kelompok usia ini, 38 persen “sangat tertarik” dengan Gaza, dan 28 persen “agak tertarik”, dibandingkan dengan 19 persen dan 44 persen yang “sangat” atau “agak tertarik” dengan perang di Ukraina.

Ketika perang ‘Israel’ memasuki bulan kedelapan, opini publik di Inggris perlahan-lahan bergeser mendukung Palestina. Jajak pendapat historis menunjukkan bahwa dukungan populer untuk ‘Israel’ berada pada titik tertinggi tak lama setelah serangan 7 Oktober, yaitu 21 persen. Namun, angka ini telah menurun, dengan tingkat dukungan keseluruhan untuk negara Zionis anjlok menjadi hanya 16 persen, menurut angka YouGov.

Temuan jajak pendapat UnHerd menggarisbawahi pergeseran signifikan dalam opini publik Inggris, terutama di kalangan generasi muda, mengenai konflik Israel-Palestina dan eksistensi negara Israel. Ketika perang terus berlanjut dan komunitas internasional mencari penyelesaian, perubahan sikap ini kemungkinan akan memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk kebijakan luar negeri Inggris dan upaya diplomatik di wilayah tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:All Eyes on Rafahgenerasi mudaHeadlineinggrispalestinasurveiTikTok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokyo Bikin Aplikasi Kencan untuk Mendorong Warganya Menikah dan Punya Anak
Tulisan selanjutnya Kekejaman Tentara Myanmar di Rakhine, Wilayah Asal Pengungsi Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?