Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Geert Wilders dan Mitra Koalisi Mengalah Bos Intelijen Jadi PM Belanda

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juli 2024 09:37 9:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juli 2024 09:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Setelah tujuh bulan tawar-menawar politik, koalisi sayap kanan yang Belanda akhirnya bersepakat memilih bekas kepala dinas intelijen Dick Schoof untuk mengisi kursi perdana menteri, yang seharusnya ditempati oleh politisi rasis anti-Islam Geert Wilders menyusul kemenangan partainya dalam pemilu legislatif tahun lalu.

Schoof dipilih sebagai perdana menteri pada hari Selasa (2/7/2024), dengan mandat memberlakukan kebijakan imigrasi “paling ketat yang pernah ada” di Belanda.

Kesepakatan penunjukan perdana menteri baru ini tercapai 223 hari setelah Wilders dan partainya PVV berhasil untuk pertam kalinya memenangkan pemilu legislatif Belanda, kemenangan yang tidak hanya mengejutkan Eropa tetapi juga dunia. Schoof menggantikan Mark Rutte yang sudah menduduki kursi perdana menteri selama 14 tahun.

Wilders terpaksa melepaskan mimpi dan ambisinya untuk duduk di kursi perdana menteri. Meskipun partainya memenangkan pemilu, jumlah kursi di parlemen tidak cukup untuk membentuk pemerintahan mayoritas sehingga dia harus membentuk koalisi dengan menggandeng partai-partai lain. Masalahnya, bagi mitra koalisi pandangan anti-Muslim yang dianut Wilders dan skeptisismenya terhadap Uni Eropa menjadikannya terlalu ekstrem untuk memimpin Belanda.

Empat partai yang berkoalisi itu bersepakat bahwa pemimpin mereka tidak satupun yang akan menduduki kursi perdana menteri. Hasil perundingan kemudian memutuskan Dick Schoof, 67, yang pernah memimpin dinas intelijen Belanda AIVD, untuk mengisi kursi tersebut.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Schoof berjanji akan melaksanakan kesepakatan agenda pemerintahan koalisi setebal 26 halaman yang diberi judul “Harapan, Keberanian dan Kebanggaan”. Isi kesepakatan itu antara lain akan melaksanakan kebijakan imigrasi yang paling lengkap dan ketat dalam sejarah Belanda, serta peninjauan kembali ide pemindahan Kedutaan Besar Belanda di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Schoof, seorang penggemar olahraga lari yang kerap mengikuti maraton, mengatakan dirinya “akan menjadi perdana menteri bagi seluruh rakyat Belanda”.

“Saya tidak berpartai.  Saya tidak melihat diri saya bersujud kepada Tuan Wilders,” ujarnya, seperti dilansir RFI.

Raja Belanda Willem-Alexander melantik Dick Schoof sebagai perdana menteri baru di Istana Kerajaan Huis ten Bosch di Den Haag pada hari Selasa (2/7/2024) pagi waktu setempat.

Pemerintahan baru Belanda ini merupakan koalisi dari Partai Kebebasan (PVV), Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD), Kontrak Sosial Baru (NSC), dan Gerakan Petani-Warga Negara (BBB). Kabinet yang dipimpin PM Schoof terdiri dari 16 menteri dan 13 sekretaris negara.

“Schoof akan memiliki banyak pekerjaan untuk mengendalikan konflik ideologis dan pribadi,” kata Sarah de Lange, profesor pluralisme politik di Universitas Amsterdam, kepada kantor berita Prancis AFP.

Akademisi itu juga mengatakan Wilders harus bekerja keras untuk mengendalikan partainya sendiri PVV dan Schoof akan memberikannya ruang.

“Mengingat pengalamannya yang luas dalam memimpin sejumlah lembaga pemerintah, dia pasti tahu bagaimana mempertahankan posisinya,” komentar de Lange tentang Schoof.

“Meskipun demikian saat ini masih menjadi pertanyaan, bagaimana dia akan menanggapi jika Wilders berusaha menekannya dengan berkoar-koar menyuarakan kritikan tentang kinerjanya lewat media sosial,” imbuh de Lange.

Koran Belanda De Volkskrant di dalam kolom opini mengatakan “koalisi Schoof” merupakan “pertaruhan politik terbesar” sejak Perang Dunia Kedua.

“Bahkan setelah tuju bulan, belum ada kepercayaan di antara partai-partai koalisi. Kabinet Schoof akan menjadi sebuah tim di mana para protagonis saling mengawasi dengan satu mata, dan melihat jalan keluar dengan mata lainnya,” komentar De Volkskrant.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaGeert Wilders
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Swiss akan Kurangi Pengunjung Pegunungan Alpen
Tulisan selanjutnya Wanita Penasihat Presiden Suriah Bashar Assad Tewas dalam Kecelakaan Mobil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?