Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Swiss akan Kurangi Pengunjung Pegunungan Alpen

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juli 2024 08:29 8:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juli 2024 08:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Badan urusan kepariwisataan Swiss hari Kamis (4/7/2024) mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha mengurangi jumlah turis pengunjung kawasan Pegunungan Alpen guna melindunginya dari dampak pariwisata massal.

Dalam konferensi pers di Zurich, Switzerland Tourism mengatakan bermaksud mengarahkan para pelancong ke “tempat yang benar pada waktu yang tepat”.

Saat ini secara umum tidak ada masalah over-tourism di Swiss, kata kepala badan tersebut Martin Nydegger, meskipun adakalanya terjadi “kemacetan sementara dan bersifat lokal, yang sudah biasa dijumpai dalam industri pariwisata”.

Desa Iseltwald di bagian tengah Swiss, contohnya, tiba-tiba kebanjiran turis asal Asia yang berkunjung ke tepian Danau Brienz tahun lalu, menyusul kesuksesan besar serial drama Korea “Crash Landing on You” yang ditayangkan di Netflix, lansir AFP Jumat (5/7/2024).

Desa berpenduduk sekitar 400 jiwa itu memutuskan untuk memberlakukan tarif masuk sebesar lima franc Swiss ($5,55) atas setiap turis yang ingin pergi ke ponton untuk mengambil gambar di tempat adegan romantis seperti yang ada di dalam film tersebut.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Nydegger mengatakan warga Swiss pada umumnya memiliki pendapat positif terhadap pariwisata. Menurut survei yang dilakukan oleh Switzerland Tourism, hanya lima persen penduduk yang khawatir dengan dampak pariwisata.

“Kekuatan nilai tukar franc Swiss yang kuat sudah menjadi pertahanan sendiri, karena itu dapat membatasi akses pariwisata massal,” kata Damian Constantin, pemimpin konferensi para direktur kantor kepariwisataan regional, kepada AFP.

Nilai tukar franc Swiss yang kuat menjadikan negara itu mahal bagi kebanyakan wisatawan asing, sehingga meredam risiko over-tourism, katanya.

Switzerland Tourism meskipun demikian ingin bertindak proaktif untuk melindungi pariwisata, sektor bisnis yang menghasilkan 43 miliar franc ($48 miliar) setahun dan menyumbang 4,5 persen GDP negara kecil tak berpantai itu, kata Nydegger.

Agensi tersebut bermaksud melakukan kerja sama dengan operator-operator tur untuk menawarkan paket-paket ke lokasi wisata terpencil, seperti jalur hiking dan tur sepeda listrik di resor ski musim dingin mewah Davos-Klosters, yang dipromosikan dengan bantuan para pembuat konten online asal China.

Switzerland Tourism juga meluncurkan kampanye promosi pariwisata selama musim musim gugur sampai musim panas.

“Keberagaman Swiss akan ditunjukkan di seluruh dunia sehingga para pelancong dapat menyebar lebih baik, menyelami lebih dalam, dan tinggal lebih lama,” kata pimpinan Switzerland Tourism itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:swiss
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintahan Inggris Jatuh ke Tangan Partai Buruh Keir Starmer Jadi Perdana Menteri
Tulisan selanjutnya Geert Wilders dan Mitra Koalisi Mengalah Bos Intelijen Jadi PM Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?