Hidayatullah.com– Empat menteri transportasi dari negara Turki, Iraq, Qatar dan Uni Emirat Arab akan bertemu di Istanbul pada 29 Agustus guna membahas proyek pembangunan jalan yang bertujuan untuk menghubungkan Pelabuhan Besar Faw di Iraq dengan perbatasan bagian selatan Turki.
Inisiatif ini dipandang berpotensi sebagai rute perdagangan alternatif dari Terusan Suez.
Rencana pertemuan itu diumumkan oleh Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloğlu dalam pernyataan tertulis pada hari Jumat (23/8/2024), lansir Hurriyet Daily News.
Para menteri akan membahas semua rincian proyek tersebut yang sedang memasuki “fase kritis”, menyusul nota kesepahaman yang baru-baru ini ditandatangani, katanya.
Uraloğlu berharap inisiatif tersebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan regional Turki.
Proyek tersebut, yang membentang sepanjang sekitar 1.200 kilometer, akan mencakup jaringan kereta api dan jalan raya yang menghubungkan pelabuhan Iraq di kota Basra dengan Mersin di Turki.
Kesepakatan perihal proyek ini awalnya dicapai saat kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdoğan ke Baghdad awal tahun ini, di mana nota kesepahaman empat pihak ditandatangani di hadapan menteri luar negeri Qatar dan Uni Emirat Arab.
Selain kerja sama ekonomi, Turki dan Iraq juga meningkatkan kemitraan di bidang keamanan.
Pekan lalu, kedua negara menandatangani kesepakatan keamanan yang mencakup pembentukan pusat militer bersama di Baghdad dan Bashiqa, dekat Mosul, untuk meningkatkan koordinasi dalam memerangi kelompok bersenjata Kurdi PKK.
Perjanjian tersebut juga mencakup kerja sama pelatihan militer dan penegakan hukum, pembagian informasi intelijen, dan keamanan perbatasan.
Sebagai bagian dari kesepakatan baru tersebut, Turki akan menghapus persyaratan visa bagi warga negara Iraq yang berusia di bawah 15 tahun dan mereka yang berusia di atas 50 tahun mulai September tahun ini.*




