Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dua Tahun Kematian Mahsa Amini Marak Wanita Iran Bepergian Tanpa Hijab

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 September 2024 16:48 4:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 September 2024 16:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menjelang tepat dua tahun kematian Mahsa Amini, tampak wanita di Iran bepergian tanpa mengenakan penutup kepala yang merupakan kewajiban di negeri yang dikuasai Syiah itu.

Di media sosial, video orang-orang yang berjalan-jalan di lingkungan sekitar atau sekadar berbicara tentang kehidupan harian mereka, menangkap pemandangan di mana perempuan dan anak perempuan terlihat berjalan melintas dengan rambut panjang mereka terurai menutupi bahu mereka, terutama setelah matahari terbenam.

Amini, gadis Kurdi berusia 22 tahun, meninggal pada 16 September 2022 di rumah sakit setelah ditangkap polisi moral di Teheran karena dituding tidak mengenakan jilbab sesuai ketentuan.

Kematiannya menyulut aksi protes, yang menyerukan hak-hak “Wanita, Kehidupan, Kebebasan.” Namun, teriakan para demonstran kemudian berubah menjadi seruan terbuka untuk melakukan pemberontakan terhadap Khamenei, pemimpin spiritual Syiah tertinggi Iran.

Tindakan keras aparat terhadap para pengunjuk rasa mengakibatkan sedikitnya 500 orang tewas dan lebih dari 22.000 ditangkap.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Keberanian ‘agak-agak’ saya untuk tidak mengenakan jilbab adalah warisan Mahsa Amini dan kita harus melindunginya sebagai sebuah prestasi,” kata seorang mahasiswa berusia 25 tahun di Universitas Tehran Sharif, yang hanya bersedia memberikan nama depannya Azadeh karena alasan keselamatan.  “Dia mungkin seusia dengan saya kalau saja dia tidak meninggal,” ujarnya, seperti dilansir Associated Press Sabtu (14/9/2024).

Meskipun pemerintah tidak secara langsung mengambil tindakan atas peningkatan jumlah perempuan yang tidak mengenakan jilbab, ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa sepertinya lanskap politik sudah agak berubah di Iran.

Pada bulan Agustus, pihak berwenang memecat seorang dosen universitas sehari setelah kemunculannya di televisi pemerintah di mana dengan nada meremehkan menyebut Amini mengalami “mati suri.”

Pada bulan Agustus, koran Ham Mihan melaporkan tentang sebuah hasil survei yang belum dipublikasikan terkait hijab. Survei yang dilakukan dengan pengawasan Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam itu mendapati bahwa jilbab telah menjadi salah satu isu terpenting di negara itu, sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya.

“Masalah ini telah menjadi perhatian masyarakat lebih dari sebelumnya,” kata sosiolog Simin Kazemi kepada surat kabar Ham Mihan.

Sementara seorang warga menilai terpilihnya politisi pro-reformasi Masoud Pezeshkian sebagai presiden menggantikan mendiang Ebrahim Raisi yang dikenal beraliran keras, sedikit banyak membantu mengurangi ketegangan perihal hijab di Iran.

“Entah dengan cara bagaimana, Pezeshkian sepertinya dapat meyakinkan orang-orang yang berkuasa bahwa pembatasan yang lebih ketat tidak serta merta membuat perempuan menjadi lebih patuh untuk berhijab,” kata Hamid Zarrinjouei, seorang pedagang buku berusia 38 tahun.

Pejabat tinggi Iran sekarang juga terdengar lebih lunak.

Hari Rabu (11/9/2024), Jaksa Agung Iran Mohammad Movahedi Azad memperingatkan aparat keamanan di lapangan supaya tidak memulai perkelahian fisik terkait jilbab.

“Kami akan mengadili para pelanggar, dan kami akan benar-benar melakukannya,” kata Movahedi Azad, menurut laporan media setempat.

“Tidak ada seorang pun yang boleh bersikap tidak pantas meskipun seseorang telah melakukan suatu pelanggaran,” ujarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijabiranMahsa Amini
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paus Fransiskus Kritik Kedua Capres Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Matt Nelson aktivis anti-perang yang bakar diri di depan konsulat 'Israel' Protes Genosida Palestina, Aktivis Anti-Perang AS Bakar Diri di Depan Konsulat ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?