Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Imam Williams Telah Dieksekusi Mati, Ini Kata-Kata Terakhirnya: ‘Alhamdulillah di Setiap Keadaan’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 September 2024 15:12 3:12 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 25 September 2024 09:33
Bagikan
Marcellus Khalifa Williams
Bagikan

Hidayatullah.com – Marcellus ‘Khalifa’ Williams akhirnya dikabarkan dieksekusi dengan cara disuntik mati pada Selasa (24/09/2024) setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.

Sebuah foto yang berisi pesan terakhir Williams viral di sosial media.

“Segala Puji Bagi Allah (Alhamdulillah) di Setiap Keadaan!!!,” tulis Williams di surat pernyataan terakhir yang ia tandatangani pada Sabtu (21/09/2024).

Pesan terakhir Marcellus Williams

Williams bersikukuh bahwa ia tidak bersalah selama proses hukum berlangsung, dan mengklaim bahwa ia telah dihukum secara tidak adil atas penikaman fatal di pinggiran kota St. Louis.

Pria Muslim berkulit hitam dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Felicia “Lisha” Gayle, 42, yang ditemukan tewas dengan 42 luka tikaman pada 1998 lalu.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Hukuman matinya mendapat keberatan dari berbagai advokat dan perwakilan hukum yang menyatakan bahwa ada kelemahan serius dalam kasus tersebut.

Penangguhan hukuman Williams ditolak Mahkamah Agung AS setelah permohonan grasinya terlebih dulu ditolak oleh Mahkamah Agung Missouri dan Gubernur Mike Parson pada awal pekan ini.

Padahal, tiga hakim liberal di Mahkamah Agung menyatakan bahwa mereka akan memberikan penangguhan penahanan.

Namun, tim kuasa hukum Williams menyuarakan keprihatinan tentang proses pemilihan juri, menuduh adanya diskriminasi rasial dengan tidak mengikutsertakan juri berkulit hitam.

Pengacara pembela menyoroti tidak adanya bukti forensik yang secara langsung menghubungkan Williams dengan tempat kejadian perkara dan mencatat adanya masalah dalam penanganan senjata pembunuh, yang membahayakan bukti DNA.

Jaksa penuntut mengaku menyentuh pisau tanpa sarung tangan setelah diuji di laboratorium kriminal, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kontaminasi.

Para aktivis hak sipil, salah satunya Tricia Rojo Bushnell mengecam eksekusi mati Williams. Direktur eksekutif Midwest Innocence Project itu , menyatakan bahwa negara bagian tersebut “siap untuk mengeksekusi orang yang tidak bersalah,” yang menimbulkan pertanyaan kritis tentang validitas sistem peradilan pidana.

Kasus ini terus memicu perdebatan mengenai efektivitas dan moralitas hukuman mati di Amerika Serikat, terutama dalam kasus-kasus yang masih meragukan kesalahan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:eksekusi matiImam Marcellus WilliamsMarcellus Khalifa WilliamsMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Ziyech Kecam Pemerintah Maroko atas Genosida Gaza Hakim Ziyech Kecam Pemerintah Maroko yang ‘Dukung’ Genosida Gaza
Tulisan selanjutnya Rafah Palestina Kelaparan ‘Israel’ Pertimbangkan Rencana untuk Duduki Gaza Utara, Usir 300 Ribu Warga Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?