Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Islamofobia: Austria Memasang Tanda Peringatan ‘Islam Politik’ di Seluruh Negeri

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Juni 2021 00:17 12:17 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 Juni 2021 08:06
Bagikan
Islamofobia Austria
Bagikan

Hidayatullah.com–Austria telah meningkatkan tindakan kerasnya terhadap Muslim yang mengarah kepada Islamofobia dan terus mempromosikan “peta Islam” kontroversial yang menunjukkan poin-poin penting yang terkait dengan komunitas Muslim di negara itu.

Baru-baru ini, sebuah tanda digantung di seluruh Austria dengan gambar “Muslim yang marah” dan peringatan akan bahaya politik Islam di bawahnya. “Awas! Politik Islam di dekatnya,” bunyi tanda itu, yang memicu kecaman luas.

“Negara Austria gagal dalam tugasnya untuk memperlakukan Muslim secara adil. ‘Peta Islam’-nya keterlaluan & tampaknya telah memfasilitasi demonisasi Muslim di bawah rubrik hanya menargetkan ‘Islam politik,'” Miqdaad Versi, seorang konsultan manajemen dan juru bicara Dewan Muslim menulis di Twitter Rabu.

Tanda itu adalah “contoh bahaya Islamofobia yang disponsori negara di Austria,” katanya. “Pemerintah sayap kanan menerbitkan peta semua masjid & sekarang tanda-tanda sedang dipasang di dekat masjid biasa.”

Farid Hafez, seorang akademisi Muslim Austria terkenal, yang baru-baru ini menjadi sasaran pihak berwenang karena berupaya memerangi kejahatan rasial, menegaskan bahwa peta Islam diluncurkan oleh Pusat Dokumentasi 4, sebuah lembaga pendanaan negara Austria yang menampilkan banyak penulis anti-Muslim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Cendekiawain anti-Islamofobia, yang menjadi pengkritik keras kebijakan anti-Muslim Austria, angkat bicara setelah insiden pada 9 November 2020, ketika rumah keluarganya menjadi sasaran. Hafez dalam video yang dirilis menceritakan pengalaman yang mengganggu. Dia mengingat titik-titik merah senjata yang diarahkan ke dadanya oleh petugas polisi bertopeng Austria yang menyerbu rumahnya.

“Alasan saya tertarik (melawan) Islamofobia adalah karena saya merasa tidak ada yang membicarakannya,” kata Hafez dalam video tersebut.

Dewan Eropa menuntut Austria menarik “peta Islam” yang kontroversial itu. Penerbitan peta itu berniat untuk memusuhi umat Islam dan berpotensi kontraproduktif, kata badan hak asasi manusia Eropa dalam sebuah pernyataan.

Peta itu menyajikan “keluhan yang ada” dan dianggap oleh banyak Muslim sebagai “sangat diskriminatif,” tambah pernyataan itu.

“Mereka merasa distigmatisasi dan terancam keamanannya dengan publikasi alamat dan detail lainnya.”

Kementerian Integrasi Austria meluncurkan situs internet yang disebut “Peta Nasional Islam” yang memberikan rincian 620 masjid dan asosiasi Islam di negara itu, dengan lokasi, alamat, dan nama pengelola pekan lalu. Menteri Integrasi Austria Susanne Raab membela proyek kementerian di tengah meningkatnya kritik dalam komunitas Muslim negara itu.

“Ini sama sekali bukan kecurigaan umum terhadap Muslim. Ini tentang perjuangan bersama melawan Islam politik sebagai tempat berkembang biak bagi ekstremisme,” kata Raab kepada surat kabar Welt Jerman.

Umat Muslim di seluruh Austria merasa terancam oleh publikasi himbauan dan rincian lainnya di tengah meningkatnya Islamofobia di Austria, terutama setelah serangan mematikan di Wina November lalu. Komunitas Agama Islam di Austria (IGGOE), yang mewakili kepentingan sekitar 800.000 Muslim di Austria, memperingatkan agar tidak menstigmatisasi Muslim yang tinggal di negara itu “sebagai potensi bahaya bagi masyarakat dan tatanan hukum demokratis di negara itu.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustriaislamofobiaMuslim AustriaPeta Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya rumah sakit indonesia di gaza rusak akibat serangan zionis israel Pasca Serang Gaza, ‘Israel’ Akan Minta Tambahan Bantuan 1 Miliar Dolar Ke AS
Tulisan selanjutnya Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?