Hidayatullah.com—Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjelaskan lima strastegi optimalisasi manfaat waqaf bagi masyarakat. Di antaranya mengelola wakaf secara produktif yang hasilnya dapat berdampak pada pengentasan kemiskinan.
Ma’ruf Amin menuturkan lima strategi optimalisasi manfaat wakaf bagi kemaslahatan masyarakat itu pertama, kerjasama lintas kementerian dan lembaga pemerintah, kerjasama perbankan dengan lembaga waqaf, mendorong kerjasama tingkat internasional baik bilateral maupun multilaterah, mengembangkan platform digital yang memudahkan masyarakat berwakaf, mengelola wakaf secara produktif yang hasilnya dapat berdampak pada pengentasan kemiskinan.
Wapres menjelaskan, penyaluran waqaf harus tetap sasaran dengan mengutamakan kantong kemiskinan dan kelompok rentas, seperti lansia, kaum disabilitas, serta perempuan kepala rumah tangga.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan hal ini di acara Global Waqaf Conference (Konferensi Wakaf Dunia) ke 12 yang dihelat di Univesitas Brawijaya Malang.
Global Waqaf Conference (GWC) ke-12 digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) pada Selasa (24/9/2024). Konferensi kali ini diikuti oleh sedikitnya 200 peserta perwakiln dari 13 negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, dan negara lainnya.
President International Waqf Action Council (iWAQF), Dr. Mohd Ghazali Md Noor mengatakan, tujuan konferensi ini adalah untuk menghidupkan budaya wakaf sebagai warisan yang telah ada sejak lama.
“Sebenarnya peradaban Islam juga dibangun oleh wakaf. Lembaga pendidikan dunia seperti Universitas Al Azhar Mesir juga dibangun atas dasar wakaf,” kata pria asal Malaysia ini.
“Saya yakin Indonesia dengan pertumbuhan Islam maka punga masa depan yang bagus. Meskipun wakaf ini tidak hanya untuk orang Islam saja, namun seluruh umat,” ujar Ghazali.
Sementara Rektor UB, Prof. Widodo mengaku senang karena UB bisa ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi ini. Sebab konferensi tersebut bisa menjadi bagian penting bagi UB untuk terus mengembangkan konsep dan manajemen pengelolaan wakaf.
“Serta memberikan edukasi bagi masyarakat pentingnya wakaf demi kemajuan masyarakat.
Karena wakaf ini salah satu konsep yang sangat bagus untuk meningkatkan sustainability development. Sehingga kita berharap bahwa nanti banyak ide dan gagasan bagus di konferensi ini,” tuturnya.
“Kita di UB juga ingin mengembangkan wakaf khususnya untuk menopang dana abadi, dana pendidikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang pendidikan,” sambungnya. *