Hidayatullah.com–Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Siswaja Lukman, memberikan apresiasi positif atas kinerja Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) yang puluhan tahun telah melakukan sertifikasi halal di Indonesia.
Adhi mengatakan, LPPOM MUI kerap melakukan inovasi-inovasi untuk memberi pelayanan prima kepada produsen yang melakukan sertifikasi halal.
“Salah satu inovasi LPPOM adalah kehadiran sistem CEROL yang dapat mempercepat proses sertifikasi halal. Saya merasakan itu,” kata Adhi saat memberi testimoni pada Halal bi Halal LPPOM MUI dengan pemimpin-pemimpin perusahaan di Global Halal Centre Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/8/2014).
Sistem CEROL-SS23000 ini merupakan sistem pelayanan sertifikasi halal LPPOM MUI secara online. Dengan sistem ini produsen tidak perlu lagi datang ke kantor LPPOM MUI menyerahkan berkas-berkas. Ini akan lebih efisien dan efektif.
Adhi melanjutkan, sistem CEROL ini merupakan terobosan dari LPPOM MUI yang patut dihargai.
“Setelah diluncurkan sistem ini, rata-rata proses sertifikasi halal dapat dipersingkat menjadi 60 hari dari 75 hari yang dijanjikan,” jelas Adhi.
Adhi juga mengacungkan jempol atas kredibilitas auditor-auditor LPPOM MUI yang dinilai selama ini bekerja secara profesional.
Dalam kesempatan ini pula Adhi menyampaikan bahwa sebagai besar anggota GAPMMI telah berkomitmen terhadap produk-produk halal.
Menurut Adhi, halal adalah satu syarat yang harus dipenuhi para produsen makanan dan minuman dalam menghadapi persaingan global.
“Persaingan kita bukan di dalam negeri saja, tetapi juga persaingan di pasar global. Halal sudah menjadi syarat,” tegas Adhi.*