Hidayatullah.com– Pemerintah Australia mengadakan dua pesawat sewaan untuk mengangkut warganya keluar dari Libanon, sementara ribuan orang sudah mendaftarkan diri untuk dipulangkan.
Sampai 500 warga negara Australia dan kerabatnya diterbangkan menggunakan dua penerbangan sewaan dari Beirut pada hari Sabtu (5/10/2024), lansir The Guardian.
Penerbangan pertama dijadwalkan berangkat dari Beirut dan mendarat di Siprus sekitar pukul 11.30 waktu setempat (18.30 AEST). Dari sana, dua penerbangan Qantas akan membawa penumpang ke Sydney pada hari Selasa dan Rabu.
Berbicara kepada wartawan pada hari Sabtu, Menteri Infrastruktur Federal Catherine King mengatakan pesan pemerintah kepada warga Australia di Libanon adalah “jangan menunggu”, seraya menambahkan tidak ada jaminan semua orang akan dapat dievakuasi.
Diperkirakan sekitar 15.000 warga Australia saat ini berada di Libanon.
Per Sabtu petang, sebanyak 4.901 orang Australia mendaftarkan diri untuk dievakuasi, jauh lebih banyak dibandingkan hari Jumat yang mencapai 2.300 pendaftar.
Dari jumlah itu, sebanyak 3.088 mendaftarkan untuk segera diberangkatkan, dan 1.813 masih sekedar mencari informasi. Lebih dari 700 orang sudah berangkat atau menutup sendiri pendaftarannya.
“Jangan menunggu untuk mendapatkan penerbangan pulang yang sempurna yang menghubungkan Anda ke mana-mana,” kata King.
“Jika Anda ditawari penerbangan, maka Anda harus pergi. Anda harus pergi sekarang dan manfaatkan kesempatan pertama yang tersedia. Situasi di lapangan sangat serius dan kami tidak dapat menjamin bahwa kami dapat mengeluarkan semua orang,” kata King.
Penumpang yang rentan dan mereka yang siap berangkat segera diprioritaskan untuk mendapatkan akses.Penerbangan tersebut gratis bagi warga negara Australia yang memenuhi syarat, penduduk tetap, dan anggota keluarga dekat mereka yang memiliki hak masuk ke Australia, kata Menteri Luar Negeri Penny Wong.*