Hidayatullah.com–China akan memberlakukan larangan nasional merokok di tempat umum tahun ini. Pemerintah berupaya menekan kegiatan merokok di berbagai tempat yang telah sangat mengganggu kesehatan warga.
China, yang memiliki sekitar 300 juta perokok, merupakan konsumen terbesar tembakau di dunia, dan merokok merupakan bagian kehidupan sosial di mana-mana, khususnya bagi laki-laki.
Peraturan yang keras terhadap kegiatan merokok akan menjadi prioritas tahun ini. Para pejabat dari Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional mengatakan pekan ini, badan itu mendorong anggota parlemen memperkuat undang-undang tentang penggunaan tembakau.
“Dibandingkan dengan kerusakan kesehatan yang disebabkan merokok, manfaat ekonomi berasal dari tembakau hanya sepele,” kata Mao Qun’an, juru bicara komisi itu, dilansir Reuters, Rabu (8/1/2014).
Genderang untuk mengurangi penggunaan tembakau telah berkembang lebih keras dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi para ahli mengatakan, industri tembakau besar di China, yang telah menolak menaikkan harga rokok dan penggunaan peringatan kesehatan pada bungkus rokok, telah menjadi lawan tangguh.
Larangan merokok secara nasional memang telah lama diberlakukan. Beberapa kota telah melarang merokok di tempat umum. Hanya penegakan hukum masih lemah .
Beijing pada tahun 2008 berjanji melarang merokok di sebagian besar tempat-tempat umum, termasuk kantor-kantor pemerintah, tapi rambu-rambu larangan merokok masih sering diabaikan.
Pihak komisi telah merekomendasikan langkah-langkah, dari yang bersifat pendidikan penyadaran bahaya merokok, ditingkatkan dengan melarang merokok di sekolah-sekolah dan rumah sakit.
Seorang pejabat pada Pengendalian Tembakau di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan, anggota parlemen akan mempertimbangkan larangan nasional merokok di tempat umum tahun ini.
Sikap Komisi tentang larangan merokok, mengikuti edaran pemerintah yang mendesak kader partai dan pejabat pemerintah untuk tidak merokok di sekolah-sekolah, tempat kerja, stadion, di angkutan umum, dan tempat-tempat lainnya, agar dapat memberikan contoh positif.*