Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pendeta Tersangka Perdagangan Seks Anak di AS Maju Pemilihan Senat di Filipina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2024 17:46 5:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Oktober 2024 17:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang pendeta yang diburu aparat Amerika Serikat dalam kasus perdagangan seks anak-anak, hari Selasa (8/10/2024), mendaftarkan dirinya untuk maju dalam pemilihan anggota senat Filipina tahun depan.

Apollo Quiboloy, sekutu politik bekas presiden Filipina Rodrigo Duterte, merupakan pendeta yang mengklaim dirinya sendiri sebagai “Putra Tuhan yang Ditunjuk” dan sekte-nya mengklaim memiliki jutaan pengikut.

Pendeta berusia 74 tahun itu ditangkap bulan lalu dan sekarang sedang mendekam di dalam tahanan di Manila. Dia menghadapi sejumlah tuduhan termasuk kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual terhadap anak, serta perdagangan manusia.

“Dia ingin menjadi bagian dari solusi atas masalah-masalah di negara kita. Dia mencalonkan diri karena Tuhan dan Filipina yang kita cintai,” kata Mark Christopher Tolentino, salah satu pengacara Quiboloy yang membawa berkas pendaftaran sebagai bakal calon anggota senat.

Quiboloy berjanji akan mempromosikan undang-undang yang “berpusat pada Tuhan, berpusat pada Filipina, dan berpusat pada rakyat Filipina”, kata Tolentino kepada awak media usai menyerahkan berkas pendaftaran kliennya ke komisi pemilu, seperti dilansir AFP.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berdasarkan UU pemilu yang berlaku di Filipina, seorang kandidat hanya akan didiskualifikasi dari pencalonan di pemilihan senat jika mereka telah menuntaskan semua upaya banding setelah dinyatakan bersalah atas pelanggaran yang melibatkan “keburukan moral”. Namun, undang-undang itu tidak menyebutkan secara spesifik tindak kejahatan atau kriminalitas apa yang dimaksud.

Dua belas dari 24 kursi senat Filipina akan diperebutkan dalam pemilihan paruh waktu tahun depan, bersama dengan lebih dari 18.000 jabatan kongres dan eksekutif di pemerintahan daerah.

Quiboloy didakwa oleh Amerika Serikat pada tahun 2021 atas perdagangan seks anak perempuan dan wanita. Korbannya adalah mereka yang ditawarkan bekerja sebagai asisten pribadi, yang kemudian diharuskan untuk berhubungan seks dengannya selama “dinas malam”.

Dia juga dicari oleh aparat AS terkait kasus penyelundupan uang tunai dalam jumlah besar dan skema yang membawa anggota-anggota gerejanya ke Amerika dengan mempergunakan visa yang diperoleh dengan cara tipu-tipu.

Para anggota gereja itu kemudian dipaksa untuk mengumpulkan donasi bagi sebuah organisasi amal palsu, dan menyelewengkan dana yang terkumpul untuk membiayai operasional gereja dan gaya hidup mewah para pemimpin gereja, menurut keterangan FBI.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filipinapendeta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bebas Kasus Penodaan Agama, Panji Gumilang akan Hadapi Dugaan Pencucian Uang
Tulisan selanjutnya Trump Organization Garap Proyek Hotel Lapangan Golf $1,5 Miliar di Vietnam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?