Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Saudi Hapus Hukuman Mati Narapidana di Bawah Umur

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 April 2020 15:53 3:53 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 April 2020 15:53
Bagikan
Kota Riyadh di Arab Saudi
Bagikan

Hidayatullah.com-Arab Saudi akan menghapus hukuman mati bagi para pelaku tindak kejahatan yang melakukan perbuatan mereka ketika masih anak-anak, kata Komisi Hak Asasi Manusia negara itu.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Ahad (26/04), Ketua Komisi Hak Asasi Manusia, Awwad Alawwad, mengatakan surat keputusan raja menggantikan hukuman mati jika pelaku tindak kejahatan masih berusia anak-anak.

“Sebagai gantinya, individu itu akan menjalani hukuman penjara maksimal 10 tahun di lembaga pemasyarakatan anak,” kata Alawwad. “Dekrit membantu kami dalam membentuk hukum pidana yang lebih modern,” tambahnya. Namun ia tidak merinci kapan keputusan itu akan diterapkan.

Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak, yang juga diteken oleh pemerintah Arab Saudi, menetapkan bahwa hukuman mati seharusnya tidak diterapkan untuk tindak pidana yang dilakukan oleh anak-anak.

Pengumuman terbaru dari Arab Saudi ini dikeluarkan dua hari setelah pemerintah negara itu menyatakan akan menghapus hukuman cambuk. Sebelumnya, organisasi hak asasi manusia, Amnesty International, mengatakan Arab Saudi menghukum mati 184 orang selama tahun 2019 yang menjadikan jumlah eksekusi tertinggi sepanjang sejarah negara itu, meskipun eksekusi di seluruh dunia mengalami penurunan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Direktur senior riset Amnesty International, Clare Algar, mengatakan pelaksanaan hukuman mati yang meningkat di Arab Saudi merupakan “perkembangan yang mengkhawatirkan”. Jumlah eksekusi pada tahun 2018 adalah 149 orang.

Sejauh ini Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas laporan Amnesty, tetapi dalam kesempatan sebelumnya pihak berwenang mengatakan sebagian dari mereka yang dihukum mati adalah “teroris”.

Total 184 orang yang dieksekusi pada tahun 2019 meliputi 178 laki-laki dan enam perempuan, lebih dari 50% di antara mereka adalah warga negara asing. Sebagian besar dari mereka dinyatakan bersalah dalam kasus narkoba dan pembunuhan.

Amnesty menempatkan Iran sebagai negara yang paling banyak menghukum mati warga, setelah China, dengan total 251 pada tahun 2019.

Namun pelaksanaan hukuman mati yang diketahui di seluruh dunia menurun selama empat tahun terakhir dengan total 657 orang atau 5% lebih sedikit dibanding jumlah tahun 2018.

Menurut Amnesty International, jumlah tersebut adalah yang terendah selama dekade terakhir. Data yang dirilis organisasi hak asasi manusia itu tidak mencakup eksekusi di China. Negara itu diyakini menghukum mati ribuan orang dan datanya tetap digolongkah sebagai rahasia negara.

Negara-negara lain, termasuk Iran, Korea Utara dan Vietnam, tidak membeberkan angka sebenarnya tentang hukuman mati dengan cara membatasi akses informasinya.

“Hukuman mati adalah hukuman yang mengerikan dan tak manusiawi; dan tidak ada bukti meyakinkan bentuk hukuman itu lebih efektif mencegah kejahatan dibanding hukuman penjara.

“Banyak negara mengakui hal ini dan yang membesarkan hati adalah fakta bahwa eksekusi di seluruh dunia terus menurun secara global,” kata Clare Algar dikutip BBC.

“Namun demikian, sebagian kecil negara mengabaikan tren global dan justru meningkatkan pelaksanaan hukuman mati.”

Bahrain dan Bangladesh juga kembali melaksanakan eksekusi setelah meniadakannya selama satu tahun. Amnesty mengatakan terdapat sejumlah faktor mengapa terjadi penurunan pelaksanaan hukuman mati di dunia yang tercatat.

Secara umum terdapat penurunan drastis eksekusi di negara-negara seperti Mesir, Jepang dan Singapura, yang selama ini sering melakukan hukuman mati. Yang kedua, selama dua tahun berturut Iran mengeksekusi lebih sedikit orang dibanding biasanya, menyusul amandemen UU Narkotika tahun 2017.

Afghanistan tidak melaksanakan eksekusi sama sekali pada tahun 2019 untuk pertama kalinya sejak tahun 2010. Baikan Taiwan maupun Thailand juga tidak melakukan eksekusi, padahal tahun 2018 kedua negara masih melaksanakannya.

Secara keseluruhan, 106 negara telah menghapuskan hukuman mati dalam undang-undang untuk semua kategori tindak kejahatan dan 142 negara menghapuskan hukuman mati dalam undang-undang atau dalam praktiknya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakarab saudihukuman mati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berdoa Sepanjang Ramadhan
Tulisan selanjutnya Kasus Covid-19 di Jakarta Melambat, Fahira: Perkuat PSBB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?