Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dipaksa Lepas Jilbab, Muslimah Ini Menggugat Kantor Sheriff

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2024 06:52 6:52 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Oktober 2024 07:47
Bagikan
Layla Soliz dari Knoxville, Tennessee
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang wanita Muslim telah mengajukan gugatan federal terhadap Kantor Sheriff Knox County di Tennessee dengan tuduhan bahwa hak-hak beragamanya dilanggar ketika dia dipaksa melepas jilbabnya untuk foto penangkapan (mugshot) yang kemudian dipublikasikan secara online.

Layla Soliz dari Knoxville, Tennessee, Amerika Serikat (AS) mengajukan gugatan pada hari Senin setelah ditangkap pada 15 Mei 2024. Ia ditangkap saat demonstrasi pro-Palestina di Universitas Tennessee di Knoxville, lapor Middle East Eye (MEE).

Saat itu Soliz dipaksa melepas jilbabnya oleh Deputi Kantor Sheriff Knox County. Ia dia ditahan bersama suaminya dan 10 demonstran pro-Palestina lainnya pada malam 15 Mei, hal itu menandai interaksi yang mengejutkan dengan sistem peradilan Amerika.

Ia mengaku, saat itulah pertama kalinya dia diborgol, pertama kali dia masuk penjara, dan pertama kali hak-hak keagamaannya dilanggar dengan cara yang menimbulkan trauma bagi wanita Muslim.

Para sipir penjara memotretnya tanpa jilbab, penutup kepala Muslim yang dikenakan wanita Muslimah,  sebagai bagian dari keyakinan mereka, dan mengunggah fotonya itu ke internet, yang merupakan pelanggaran terhadap kebijakan lembaga itu sendiri.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Ketika dia dan orang lain yang ditangkap di kampus Universitas Tennessee di Knoxville tiba di Fasilitas Penahanan Knox County larut malam itu, setelah menunggu berjam-jam di dalam mobil van gelap dengan tangan terikat tali pengikat, dia sama sekali tidak punya firasat bahwa polisi akan melanggar hak-hak keagamaan konstitusionalnya.

Maha Ayesh, pengacara lokal dan anggota dewan organisasi Komunitas Muslim Knoxville menuju penjara untuk memperjuangkan agar polisi tidak melepaskan jilbab Soliz. Hal ini karena dalam Islam, jilbab menunjukkan kewajiban muslimah, nilai kesopanan, melindungi dari tatapan laki-laki.

Namiun upaya Ayesh untuk melindungi hak beragama Soliz tidak berhasil, dan sipir Kantor Sheriff Knox County dinilai melanggar kebijakan tertulis lembaga tersebut dengan mengunggah foto klien nya tanpa jilbab.

“Ketika mereka mengambil foto saya, mereka mengatakan bahwa saya harus melepasnya. Mereka mengambil satu foto saat saya mengenakan jilbab dan satu lagi tanpa jilbab dan mereka meyakinkan saya bahwa foto yang tidak mengenakan jilbab tidak akan terlihat oleh petugas pria atau publik dan foto itu akhirnya tersebar di internet. Sebagai seorang Muslim, itu menjadi pemicu stres. Bukan hanya hak saya untuk berbicara yang dilanggar, tetapi juga kebebasan beragama saya,” kata Soliz kepada Knox News.

Pengacara Soliz, Daniel Horwitz, mengatakan undang-undang negara bagian dan federal, serta kebijakan Knox County sendiri, melindungi individu dari pelanggaran semacam itu.

Gugatan tersebut menuntut ganti rugi paling sedikit $250.000, penghapusan foto tahanan dan perubahan kebijakan permanen untuk mencegah kejadian serupa terjadi.

“Perlakuan buruk para terdakwa terhadap Soliz dan sikap tidak menghormati hak beragamanya meninggalkan kesan mendalam pada dirinya,” demikian isi gugatan tersebut.

Soliz, lulusan Universitas Tennessee tahun 2012 dan tumbuh besar di Knoxville dan telah berada di kampus selama beberapa hari sebelum penangkapan bersama mahasiswa dan penyelenggara lainnya.

Berasal dari keluarga Palestina yang secara langsung menderita akibat genodisa di Gaza. Ia menekankan haknya untuk hadir di kampus hari itu, tidak hanya sebagai alumni tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dengan mahasiswa dan komunitas Muslim yang lebih luas.

Pada tahun 2023, seorang wanita Muslim, Sophia Johnston menggugat Rutherford County karena dipaksa melepas jilbabnya agar penangkapannya bisa difoto.

Distrik tersebut menyelesaikan kasus ini dan merevisi kebijakan penahanannya untuk menghormati praktik keagamaan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinejilbabKnox CountyLayla SolizMuslimahSheriffWanita muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dapatkah Indonesia Stop Berutang?
Tulisan selanjutnya ekonomi pesantren Wapres Ma’ruf Amin: Pesantren Tempat Mencetak Orang Berakhlak, Bukan Kekerasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?