Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Uskup Agung Canterbury Mengakui Moyangnya Terlibat Perbudakan di Jamaika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2024 16:22 4:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Oktober 2024 16:22
Bagikan
Uskup Agung Canterbury Justin Welby.
Bagikan

Hidayatullah.com– Justin Welby, uskup agung Canterbury, mengakui bahwa moyangnya terlibat dalam perbudakan di sebuah perkebunan di Jamaika dan mendapatkan kompensasi dari pemerintah Kerajaan Inggris ketika perbudakan dihapus.

Welby mengungkapkan keterlibatan moyangnya itu dalam sebuah pernyataan pribadi ayng menegaskan kembali komitmennya untuk menanggapi masalah warisan perbudakan transatlantik yang bertahan lama dan merusak tersebut.

Uskup Agung Canterbury, yang juga pemimpin tertinggi Gereja Anglikan sedunia, mengatakan dia belum lama ini baru mengetahui bahwa mendiang ayah kandungnya, Sir Anthony Montague Browne, seorang sekretaris pribadi Winston Churchill, “memiliki hubungan leluhur dengan perbudakan orang-orang di Jamaika dan Tobago, dua wilayah yang dulu dijajah Inggris.

Pada 2016, Welby mengatakan bahwa baru saja mengetahui dirinya merupakan anak hasil hubungan di luar pernikahan antara ibunya dan Browne, dan bahwa Gavin Welby – yang dinikahi ibunya tidak lama setelah perzinahan itu – bukanlah ayah kandungnya.

Justin Welby tidak berhubungan dengan Browne, yang meninggal dunia pada 2013.

Baca Juga

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Menurut pernyataan Justin Welby tersebut, Browne merupakan anak keturunan dari Sir James Fergusson, yang merupakan Baronet Kilkerran keempat memiliki sejumlah budak di perkebunan Rozelle di St Thomas.

Fergusson, yang meninggal dunia pada 1838, menerima bagian dari £20 juta paket kompensasi dari pemerintah Inggris atas kehilangan “properti” (budak) setelah sistem perhambaan itu dihapus.

Centre for the Study of the Legacies of British Slavery mengatakan perkebunan Rozelle memiliki sekitar 200 orang budak di masa jayanya, dan keluarga Fergusson memperoleh kompensasi sebesar £3.591 pada 1836 – atau lebih dari £3 juta bila dihitung dengan uang sekarang, jumlah yang tidak sedikit.

Welby mengaku tidak menerima uang dari Browne semasa dia hidup ataupun warisannya setelah dia mati.

Uskup Agung Canterbury mendukung keterbukaan informasi ke publik bahwa Church of England (C of E) memang benar memiliki keterkaitan dan bahkan menikmati keuntungan dari perbudakan Inggris di seberang lautan.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan pada 2023, Church of England mengungkapkan sebanyak £9 miliar yang dimasukkan ke kas gereja berasal dari Queen Anne’s Bounty, sebuah skema finansial yang dibentuk pada 1704 berdasarkan perbudakan lintas Atlantik.

Kala itu Welby berkata, “Saya sangat menyesal atas keterkaitan ini. Sekarang saatnya mengambil tindakan untuk mengatasi masa lalu kita yang memalukan.”

Church of England telah menjanjikan £100 juta untuk mengatasi masalah berkaitan dengan perbudakan di masa lampau. Gereja kemudian mengatakan bahwa pihaknya bermaksud untuk meningkatkan jumlah tersebut menjadi £1 miliar dengan kontribusi dari investor bersama, setelah sebuah laporan dari kelompok pengawas yang diketuai oleh Uskup Rosemarie Mallett mengatakan bahwa jumlah awal £100 yang dijanjikan tidak mencukupi.

Dalam pernyataannya yang dirilis hari Selasa (22/10/2024), Uskup Agung Canterbury menegaskan kembali komitmen gereja untuk menggelar program riset yang akurat dan menyeluruh dalam masalah keterkaitan gereja dengan perbudakan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Canterburychurch of EnglandJustin Welby
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kampanye Kebencian Tanpa Henti, Muslim Himachal Pradesh Alami Ketakutan
Tulisan selanjutnya Pengangguran Melanda China,  Sarjana Fisika hanya jadi Petugas Kebersihan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

3 September 2026 14:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?