Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pengaruh Hasil Pilpres Amerika Terhadap Produksi Baterai Korea Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 November 2024 15:43 3:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 November 2024 03:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perusahaan-perusahaan baterai Korea Selatan bersiap-siap menghadapi perubahan signifikan yang berpengaruh terhadap produksi mereka, sebagai akibat dari perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat, terutama apabila kandidat dari Partai Republik Donald Trump yang terpilih sebagai presiden dalam pemilu 5 November.

Produsen baterai terkemuka Korea seperti LG Energy Solution, Samsung SDI dan SK On, mengandalkan Advanced Manufacturing Production Credit (AMPC) yang diberikan oleh pemerintah Joe Biden berdasarkan Inflation Reduction Act (IRA) untuk mendapatkan laba operasi.

Menurut laporan pendapatan per kuartalnya LG Energy Solution menerima sekitar 1,1 triliun won ($797 juta) dari AMPC, sementara Samsung SDI memperoleh 64,9 miliar won pada tiga kuartal pertama tahun ini.

SK On, yang merilis hasil pendapatan kuartal ketiganya pada hari Senin (4/11/2024), telah mengumpulkan 150,4 miliar won dari insentif AMPC antara Januari dan Juni 2024.

“Trump sudah secara terbuka mengindikasikan dalam banyak pidatonya bahwa dia akan menghapuskan IRA jika terpilih, tetapi itu tidak akan mudah dalam kenyataannya,” kata seorang pejabat di sebuah perusahaan baterai Korea, lansir Korea Herald Ahad (3/11/2024).

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Untuk mengubah peraturan dan pedoman IRA, Departemen Keuangan AS harus mengambil tindakan. Jika cabang eksekutif Trump mencoba mengubah peraturan, mereka dapat membawa masalah ini ke pengadilan. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa pinjaman dan subsidi IRA telah dibagikan atau ditandatangani di antara pihak-pihak yang terlibat.”

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Trump akan membutuhkan dukungan dari Senat untuk “membatalkan” IRA, tetapi sejumlah senator dari Partai Republik secara terbuka mendukung undang-undang khusus tersebut guna menggalakkan manufaktur di wilayah Amerika, terlebih perusahaan-perusahaan baterai asal Korea telah membangun pabrik di negara-negara bagian merah (dominan pendukung Republik) atau sedang mendirikan pabrik yang akan membantu perekonomian lokal.

Sebuah sumber lain dari produsen baterai mengatakan, besaran keuntungan yang didapat dari IRA kemungkinan akan disesuaikan ulang apabila Trump kembali terpilih sebagai presiden Amerika Serikat.

“Dukungan terhadap elektrifikasi industri otomotif kemungkinan akan lebih kecil dibandingkan dengan dukungan yang diberikan pemerintah Amerika saat ini, sehingga pengendara kemungkinan tidak akan bisa menikmati keuntungan harga yang lebih besar,” kata sumber tersebut.

Industri kendaraan listrik bisa jadi kesulitan untuk melakukan penetrasi pasar, imbuhnya.Korea Institute for Industrial Economics & Trade (KIET) menulis dalam sebuah laporan yang dirilis pada 7 Oktober bahwa pemerintahan Trump kedua akan memperlambat pertumbuhan pasar kendaraan listrik di AS, yang berarti para produsen baterai Korea Selatan harus memangkas investasi mereka di Amerika.

KIET juga menulis bahwa kepemimpinan Trump akan menambah intensitas kebijakan perdagangan anti-China, sehingga perusahaan baterai Korea harus bersiap-siap membenahi rantai suplai mereka.

Han Byung-hwa, seorang analis di Eugene Investment & Securities, dalam laporan terbarunya mengatakan bahwa sepanjang subsidi IRA masih ada, maka pasar kendaraan listrik dan baterai di Amerika bagi perusahaan Korea masih baik.

Analis itu menjelaskan bahwa akumulasi investasi di sektor kendaraan listrik dan baterai AS sudah melebihi $300 miliar. Angka itu menunjukkan betapa besarnya investasi yang tidak dapat ditarik kembali, sehingga justru berisiko apabila pasarnya melambat karena akan menjadi bumerang bagi industri otomotif AS sendiri.

“Apabila Trump memblokir masuknya perusahaan-perusahaan Tiongkok secara tidak langsung ke AS dan melonggarkan regulasi kendaraan swakemudi, perusahaan-perusahaan baterai (Korea) akan memperoleh keuntungan,” kata Han.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatbateraiKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah akan Beberkan Daftar Website Judi sebagai Bukti Transparansi
Tulisan selanjutnya Mesir Bantah Bantu Kirim Bahan Peledak ke Militer Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?