Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin dan Sejumlah Komandan Senior ISIS Afghanistan Terbunuh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Mei 2017 09:48 9:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Mei 2017 09:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Afghanistan hari Ahad (7/5/2017) mengkonfirmasi kematian sejumlah komandan senior dari kelompok ISIS alias ISIL alias Daesh, termasuk pemimpinnya di Afghanistan Abdul Hasib.

Pernyataan dari pemerintah Afghanistan itu diikuti konfirmasi terpisah dari Angkatan Udara Amerika Serikat di Afghanistan, yang mengatakan Hasib dan sejumlah komandan tinggi ISIS tewas dalam operasi militer 27 April di Provinsi Nangarhar, bersama 35 militan lainnya.

Kematian Hasib dan rekan-rekannya akan “secara signifikan menurunkan operasi ISIS-K (nama yang diberikan untuk kelompok Daesh yang aktif di Provinsi Khurasan) di Afghanistan dan membantu mencapai tujuan kami untuk menghancurkan mereka di tahun 2017 ini,” kata militer Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Deutsche Welle.

Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, mengatakan “keberhasilan operasi gabungan adalah langkah penting lain dalam upaya kami yang tiada kenal lelah” untuk mengenyahkan kelompok islamis itu. Menurut perkiraan Pentagon, sekitar 1.000 orang anggota ISIS masih aktif di Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Afghanistan dan AS melakukan operasi gabungan khusus di Nangarhar, di mana 2 prajurit AS tewas pada 26 April, hanya sehari sebelum serangan militer yang menewaskan Hasib dilancarkan.

Hasib diyakini sebagai orang yang memerintahkan serangan atas sebuah rumah sakit militer di Kabul pada bulan Maret lalu, yang menewaskan 49 orang dan melukai 76 orang lainnya.

Nicholson mengatakan Hasib adalah pemimpin kedua ISIS yang terbunuh dalam kurun 9 bulan terakhir, bersama puluhan komandan dan ratusan prajuritnya. Nicholson juga menuduh Hasib memerintahkan pemenggalan kepala seorang pemimpin suku setempat dan penculikan sejumlah wanita untuk dijadikan pasangan bagi militan anggota ISIS.

“Saya memuji kemampuan dan keberanian luar biasa yang ditunjukkan oleh mitra-mitra Afghanistan kami,” kata Nicholson. “Pertempuran ini memperkuat tekad kami untuk membersihkan Afghanistan dari para teroris ini dan mengembalikan kedamaian serta stabilitas di negara besar ini.”

Amerika Serikat beberapa bulan terakhir membantu pasukan Afghanistan dengan melancarkan serangan-serangan udara di posisi-posisi ISIS di Provinsi Nangarhar.

Tempat di mana Hasib terbunuh terletak tidak jauh dari komplek terowongan yang ditarget oleh Amerika Serikat bulan lalu dengan menggunakan bom non-nuklir terbesar yang dimilikinya yang pernah dipergunakan dalam pertempuran, “Ibu dari semua Bom” (MOAB).

Pekan depan, Pentagon akan meminta Gedung Putih untuk mengerahkan pasukan tambahan berkekuatan 3.000 sampai 5.000 personel ke Afghanistan. Jika dipenuhi, maka hal itu menandai perubahan kebijakan AS, yang sejak 2011 berupaya mengurangi jumlah pasukannya di Afghanistan.

Jumlah pasukan AS saat ini yang ditempatkan di Afghanistan sekitar 8.400, yang menurut Washington sebagian besar bukan dalam kapasitas tempur. Jumlah itu jauh di bawah masa enam tahun silam, ketika Amerika menempatkan tidak kurang dari 100.000 serdadunya di Afghanistan.

Jika dulu Amerika Serikat mengerahkan pasukannya menginvasi Afghanistan dengan dalih menghancurkan Taliban, yang dituding terlibat pemboman gedung WTC di New York pada 9 September 2001, maka sekarang bersikukuh bercokol di sana dengan dalih memerangi ISIS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Pesan Syeikh Al-Mughamisy di Jakarta
Tulisan selanjutnya Setop Tulis Novel Ekonomi Politik, Tere Liye: Faktanya Lebih Seru daripada Ceritanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?