Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Serius! Wapres Filipina Siapkan Pembunuh Bayaran untuk Menarget Presiden dan Ketua Parlemen

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 November 2024 07:35 7:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 November 2024 07:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Presiden Filipina Sara Duterte, hari Sabtu (23/11/2024), terang-terangan di depan publik mengatakan bahwa dia sudah menyiapkan pembunuh bayaran yang akan menarget Presiden Filipina dan istrinya serta juru bicara (ketua) dewan perwakilan rakyat, sebagai tindakan antisipasi kalau-kalau dirinya dibunuh. Dia menegaskan apa yang diutarakannya itu serius, bukan guyonan.

Mendengar ancaman tersebut, Komando Keamanan Presiden segera memperkuat pengawalan dan mengatakan sedang berkoordinasi dengan dengan lembaga-lembaga penegak hukum guna mendeteksi, menangkal dan melawan semua ancaman terhadap presiden dan keluarganya, karena apa yang diucapkan wakil presiden itu termasuk isu keamanan nasional.

Ferdinand Marcos Jr (putra mendiang bekas presiden diktator korup Filipina Ferdinand Marcos Sr) dan Sara Duterte maju sebagai pasangan kandidat presiden dan wakil presiden dalam pemilihan umum 2022 dan memenangkan kontestasi itu dengan suara mayoritas mutlak.

Namun, di tengah perjalanan, kedua tokoh dan masing-masing kubu mulai berselisih dalam sejumlah isu penting, termasuk pendekatan mereka dalam menghadapi agresi China di kawasan Laut China Selatan. Sara Duterte kemudian mengundurkan diri dari kabinet dengan melepaskan jabatan menteri pendidikan dan kepala badan anti-pemberontakan.

Seperti ayahnya yang dikenal suka berbicara blak-blakan, mantan presiden Rodrigo Duterte, Wakil Presiden itu kerap mengkritik Marcos Jr, istrinya Liza Araneta-Marcos, serta ketua majelis rendah parlemen (DPR) Filipina Martin Romualdez yang merupakan sekutu politik dan sepupu presiden, menuding mereka korup, tidak kompeten, dan melakukan persekusi politik terhadap keluarga Duterte dan para pendukung dekatnya, lansir Associated Press.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Kemarahan teranyar Sara Duterte disulut oleh keputusan anggota-anggota DPR sekutu Romualdez dan Marcos Jr untuk menangkap kepala stafnya, Zuleika Lopez, yang dituduh menghalangi penyelidikan kongres atas dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilakukannya selama menjabat wakil presiden dan menteri pendidikan. Lopez kemudian dipindahkan ke rumah sakit setelah jatuh sakit ketika mendengar rencana untuk menempatkannya sementara di penjara wanita.

Dalam konferensi pers menjelang matahari terbit, Sara Duterte yang marah dengan berapi-api dan menggunakan bahasa kasar menuding Marcos tidak kompeten sebagai presiden dan merupakan seorang pembohong, demikian pula istrinya dan Romualdez.

Ketika ditanya tentang keselamatan dirinya, wanita pengacara berusia 46 tahun itu mengisyaratkan ada pihak-pihak yang berencana untuk membunuhnya.

“Jangan mengkhawatirkan tentang keselamatan saya karena saya sudah berbicara kepada seseorang. Saya mengatakan, ‘jika saya terbunuh, kamu akan membunuh BBM, Liza Araneta dan Martin Romualdez’. Ini bukan guyonan, bukan bercanda,” kata Sara tanpa menjelaskan lebih lanjut dan menggunakan singkatan yang biasa dipakai orang banyak untuk menyebut Presiden Marcos Jr.

“Saya sudah memberikan perintah. ‘Kalau saya mati, jangan berhenti sampai kamu membunuh mereka’. Dan orang itu mengatakan, ‘ya’,” papar Sara Duterte.Berdasarkan hukum di Filipina, pernyataan terbuka semacam itu sudah termasuk sebagai tindak pidana pengancaman dan terancam hukuman penjara dan denda.

Di tengah perpecahan politik, Panglima Jenderal Romeo Brawner mengeluarkan pernyataan yang menjamin bahwa Angkatan Bersenjata Filipina yang berkekuatan 160.000 personel akan tetap bersikap nonpartisan “dengan rasa hormat yang sebesar-besarnya terhadap institusi-institusi demokrasi dan otoritas sipil kita.”

“Kami menyerukan ketenangan dan keteguhan,” kata Brawner. “Kami tegaskan kembali perlunya kita bersatu melawan pihak-pihak yang akan mencoba memutuskan ikatan persatuan kita sebagai rakyat Filipina.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filipinaMarcos JrSara Duterte
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (VIDEO) Hindutva Ganggu Acara Pernikahan Keluarga Muslim di Uttar Pradesh
Tulisan selanjutnya Ratusan Pabrik Minuman Anggur Bermunculan di Turki Meskipun Ada Pembatasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?