Hidayatullah.com – Penjajah ‘Israel’ pada Kamis pagi melanggar gencatan senjata dengan menggempur sejumlah kota di Lebanon selatan, lapor media setempat.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan penembakan artileri di kota Ayta al-Shaab dan Bent Jbeil di Lebanon selatan. Serangan ini terjadi di saat gencatan senjata memasuki hari kedua.
“Artileri musuh Israel menggempur ketinggian kota Halta, distrik Hasbaya, dengan sasaran warga di pinggiran kota,” lapor NNA pada Kamis sore.
Taybeh, Khiam, dan dataran Marjayoun juga dihantam oleh artileri ‘Israel’, menurut NNA.
Sebuah serangan udara juga menghantam sebuah mobil di kota Markaba, menyebabkan dua orang terluka, lanjut kantor berita tersebut.
Sumber yang sama mengatakan bahwa tank-tank ‘Israel’ menembakkan artileri ke kota Wazzani dan pinggiran Kfarshouba di Lebanon selatan.
Pesawat pengintai ‘Israel’ juga terlihat terbang di atas distrik Tyre dan Bent Jbeil pada Kamis pagi.
Tentara ‘Israel’ memperingatkan warga sipil Lebanon pada Kamis pagi untuk menjauhi 10 desa di Lebanon selatan hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan memperingatkan bahwa siapa pun yang “melewati batas akan membahayakan dirinya sendiri.”
Kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku Rabu pagi untuk mengakhiri lebih dari 14 bulan pertempuran antara tentara ‘Israel’ dan Hizbullah.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, entitas zionis ‘Israel’ akan menarik pasukannya ke selatan perbatasan de facto garis biru secara bertahap, sementara tentara Lebanon mengerahkan pasukannya di Lebanon selatan dalam jangka waktu tidak lebih dari 60 hari.
Implementasi perjanjian ini akan diawasi oleh AS dan Perancis, namun detail mekanisme penegakan hukumnya masih belum jelas.
Lebih dari 3.800 orang telah terbunuh dalam serangan-serangan ‘Israel’ di Lebanon dan lebih dari 1 juta orang mengungsi sejak Oktober tahun lalu, menurut otoritas kesehatan Lebanon.*