Hidayatullah.com—Kepala rabi Yahudi Ashkenazi Israel menyatakan tidak mau diperiksa oleh aparat keamanan yang menahannya sebagai tersangka penipuan dan pencucian uang.
Pengacara dari rabi Yona Metzger hari Ahad (23/6/2013) mengatakan, kliennya menolak untuk melakukan peran resmi apapun terkait penyidikan oleh kepolisian, lapor Huffington Post.
Pekan lalu Metzger diinterogasi dalam kasus penipuan dan dugaan penyuapan. Polisi Zionis Israel menggeledah rumah dan kantornya, menyusul investigasi samaran selama berbulan-bulan atas aktivitas finansialnya.
Metzger menyangkal semua tuduhan yang ditudingkan kepadanya.
Tahun 2005 Metzger pernah diselidiki terkait kasus penipuan. Namun, tidak ada dakwaan yang dikenakan padanya ketika itu.
Sebelumnya pada hari Jumat (21/6/2013) AFP melaporkan bahwa pimpinan Yahudi Ashkenazi itu ditempatkan dalam tahanan rumah dan menjalani pemeriksaan maraton terkait kasus penyuapan, pencurian dan penyalahgunaan wewenang, kata jurubicara Kepolisian Israel Micky Rosenfeld.
“Rabi Yona Metzger ditempatkan dalam tahanan rumah selama lima hari ke depan, setelah dia diinterogasi lebih dari 10 jam oleh unit penyelidikan penipuan nasional kemarin,” kata Rosenfeld kepada AFP.
Sebuah pernyataan polisi menyebutkan bahwa Metzger diinterogasi atas dugaan keterlibatan dalam kasus suap, pencurian, penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang.
Di Israel terdapat dua pemimpin tertinggi Yahudi, satu untuk Yahudi Ashkenazi yang merupakan kelompok Yahudi keturunan Eropa dan satunya untuk Yahudi Sephardi yang merupakan keturunan Yahudi Timur Tengah. Keduanya memimpin lembaga kerabian dan berwenang mengeluarkan peraturan dan keputusan terkait hukum agama Yahudi. Lembaga itu juga mengatur masalah industri pangan yang dituntut harus kosher (halal menurut tata cara Yahudi).
Metzger sudah sepuluh tahun ini menjabat sebagai pimpinan rabi Yahudi Ashkenazi.*