Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dipimpin Kolombia Operasi Gabungan 62 Negara Menyita Ribuan Ton Narkoba

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Desember 2024 16:33 4:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Desember 2024 16:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Operation Orion, sebuah kerja sama operasi gabungan 62 negara yang dipimpin oleh Kolombia, berhasil mengamankan ribuan ton narkoba berbagai jenis dalam kurun waktu 6 pekan.

Selama operasi tersebut aparat menemukan rute baru dan cara baru yang dipergunakan geng-geng narkoba untuk menyelundupkan barang haramnya, termasuk kendaraan laut yang disebut “narco submarine” untuk membawa kokain ke Australia.

Aparat Kolombia, bekerja sama dengan aparat dari 62 negara lain, dalam Operation Orion berhasil mencegat 6 kendaraan “semi-kapal selam” yang dipenuhi dengan kokain, menyita 1.400 ton narkoba secara keseluruhan, termasuk ganja seberat lebih dari 1.000 ton dan 225 ton kokain.

Penangkapan 225 ton kokain itu cukup signifikan, mengingat kartel narkoba sedunia setiap tahun diperkirakan memproduksi 2.700 ton kokain, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 2022, Kolombia mencatat rekor penyitaan kokain sebanyak 671 ton.

Hasil tangkapan 225 ton kokain itu “akan mencegah ribuan kematian akibat overdosis dan kerugian sebesar $8,5 miliar bagi kartel, dan yang pasti akan menggerogoti laba organisasi-organisasi kriminal tersebut,” kata Kapten Manuel Rodríguez, direktur unit anti-narkoba Angkatan Laut Kolombia.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Lebih dari 400 orang ditangkap dalam operasi selama 45 hari itu, yang juga menghentikan pengiriman senjata ilegal dan menangkap para pelaku perdagangan migran, dan melibatkan aparat penegak hukum dan keamanan dari AS, Uni Eropa, dan Australia.

Operasi gabungan 62 negara ini juga didukung oleh sejumlah institusi akaesik seperti Royal United Services Institute, sebuah wadah pemikir di Inggris yang mempelajari bagaimana kartel-kartel Kolombia dan Meksiko menyelundupkan narkoba tanpa terendus pihak berwenang.

Negara-negara mitra mengerahkan pesawat, helikopter dan kapal fregat untuk menggagalkan sejumlah upaya pengiriman narkoba, tetapi yang paling terpenting mereka saling berbagi informasi intelijen, kata Rodríguez seperti dilansir The Guardian (27/11/2024).

Salah satu pencapaian besar dalam operasi itu adalah penyitaan terhadap enam kendaraan semi-kapal selam yang mengangkut kokain melalui rute baru untuk diselundupkan masuk ke Australia.

Kapal yang sering disebut sebagai “narco-submarine” itu dirancang sedemikian rupa sehingga sebagian besar badan kapal berada di bawah air dan sulit terlihat dari kejauhan. Ukurannya bisa mencapai 10-25 meter dan mampu membawa 10 ton kokain sekali berlayar.

Salah satu kapal narco-submarine itu dicegat dintengah laut sekitar 1.250 mil arah ke selatan dari Clipperton Island, kepulauan karang kecil milik Prancis yang tak berpenghuni di kawasan Pasifik. Kapal itu dihentikan saat bergerak menuju ke Australia dengan membawa 5 ton kokain. Lima orang di dalamnya diamankan petugas.

“Ini adalah rute baru yang mereka buka untuk kapal selam semi-submersible. Kapal itu ditemukan di perairan antah berantah, sekitar 3.000 mil [4.800 km] dari pantai Kolombia saat sedang menuju Australia dan New Zealand,” kata Rodríguez.

Pengedar narkoba Kolombia biasanya hanya berani mengirim 5-50 kg ke Australia yang disembunyikan di kapal kargo, kata perwira angkatan laut itu.

Penangkapan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan terhadap sebuah kapal semi-submersible yang ditemukan berlayar ke Oceania. Kapal itu berlayar dari Tumaco, kota pelabuhan di pantai Pasifik Kolombia, dan akan menempuh perjalanan sejauh 4.000 mil langsung ke Australia.

“Mereka memperbaiki desain kapal semi-submersible itu sehingga memiliki kapasitas bahan bakar ekstra,” kata Rodriguez.

Ini menunjukkan bahwa kartel narkoba menggunakan cara dan rute baru untuk mengelak dari pantauan aparat.

Permintaan narkoba jenis kokain terus naik di Australia beberapa tahun terakhir. Harganya juga tidak murah, sehingga sangat menggiurkan bagi kartel-kartel untuk mengirimkan barang haram mereka meskipun harus menyeberangi samudra.

Satu kilogram kokain dijual hingga US$240.000 di Australia – antara tiga hingga enam kali lebih tinggi dari harga rata-rata di Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaKokainKolombianarkoba
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Pekerja Volkswagen Mogok Kerja
Tulisan selanjutnya Oxford Union Israel Apartheid Forum Debat Oxford Union Mendeklarasikan ‘Israel’ Sebagai Negara Apartheid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?