Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Netumbo Nandi-Ndaitwah Terpilih Sebagai Presiden Wanita Pertama Namibia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Desember 2024 08:44 8:44 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Desember 2024 08:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Netumbo Nandi-Ndaitwah dari partai pemerintah SWAPO mendulang dukungan 57 persen dalam perhitungan suara pemilihan presiden Namibia, demikian diumumkan oleh komisi pemilu hari Selasa (3/12/2024). Menjadikan politisi itu sebagai wanita pertama yang menjadi presiden Namibia.

Dengan hasil tersebut artinya putaran kedua tidak diperlukan.

“Bangsa Namibia sudah memilih untuk perdamaian dan stabilitas,” kata Nandi-Ndaitwah, usai dinyatakan sebagai presiden terpilih, lansir DW.

Menurut pengumuman komisi pemilu, suara terbanyak kedua diraih oleh Panduleni Itula yang merupakan capres dari partai Independent Patriots for Change (IPC) dengan 26% dukungan.

Itula dan IPC mengatakan akan menggugat hasil perhitungan suara yang ditudingnya terdapat kecurangan.

Baca Juga

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Komisi pemilu mengatakan dari jumlah pemilih terdaftar hampir 1,5 juta orang yang menggunakan hak pilihnya mencapai 77%.

Sebelum waktu pemilihan, Nandi-Ndaitwah yang saat ini menjabat wakil presiden sudah diunggulkan sebagai kandidat presiden dari SWAPO, partai yang mendominasi politik Namibia sejak bekas koloni Jerman itu melepaskan diri dari Afrika Selatan pada 1990.

Setelah memegang berbagai jabatan di pemerintahan termasuk menteri luar negeri, Nandi-Ndaitwah, yang berusia 71 tahun, menjadi sosok yang dikenal baik di dalam maupun luar negeri.

Dalam pemilu yang digelar pada 27 November itu, rakyat Namibia juga memiliki wakil-wakilnya di parlemen.

SWAPO (South West Africa People’s Organization) memenangkan 51 dari 96 kursi yang diperebutkan dan kembali pemerintahan, sementara IPC mendapatkan 20 kursi dan memilih untuk menjadi oposisi.

Proses pemilu diwarnai berbagai masalah teknis, termasuk kekurangan surat suara, sehingga pemilihan di sejumlah tempat tertunda.

IPC menuduh hal tersebut disengaja dan pekan lalu Itula mengatakan pihaknya tidak menerima hasil perhitungan disebabkan “terlalu banyak ketidakberesan”.

Pelaksanaan pemilu dipantau juga di Berlin, karena Jerman dan Namibia memiliki kesepakatan rekonsiliasi era kolonia, serta kerja sama baru bernama Hyphen Project, di mana mulai tahun 2028 Jerman akan mengimpor hidrogen dalam jumlah besar dari negara bekas jajahannya tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dapat Amnesti Ribuan Migran Tak Berdokumen Tinggalkan Korea Selatan
Tulisan selanjutnya Padang Pasir Hijau Arab Saudi Berupaya Ubah 40 Juta Hektar Gurun Menjadi Subur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?