Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Rusia Minta Bantuan Turki untuk Menarik Pasukannya Keluar dari Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Desember 2024 09:41 9:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Desember 2024 09:40
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan selama konferensi pers setelah pembicaraan mereka di Sochi, Rusia 22 Oktober 2019. [Sputnik / Alexei Druzhinin / Kremlin via REUTERS]
Bagikan

Hidayatullah.com– Pasukan Rusia dikabarkan meminta bantuan Turki untuk mengeluarkan mereka dari Suriah, menyusul serangan tiba-tiba pasukan kelompok oposisi yang menyebabkan tumbangnya rezim Bashar Assad, lapor CNN Turk hari Ahad (8/12/2024).

Laporan itu menyebutkan bahwa Rusia akan menarik pasukan daratnya, tetapi tidak termasuk personel di pangkalan laut di Tartus atau di pangkalan Hmeimim, menurut sumber anonim.

Tentara Rusia dikabarkan akan dikirim ke bagian wilayah Suriah yang dikontrol pasukan Turki dan dari sana dievakuasi lewat udara kembali ke Rusia.

Rusia menempatkan ribuan pasukan di pangkalan-pangkalan militernya di Suriah pada 2015 untuk membantu sekutunya, rezim Bashar Assad, dalam menghadapi pasukan oposisi dan kelompok ISIS berserta sekutunya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hari Senin (9/12/2024) mengatakan bahwa Moskow memandang keamanan pangkalan-pangkalan militernya di Suriah “sangata penting”.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Kami melakukan segala hal yang mungkin dan diperlukan untuk menghubungi mereka yang dapat memberikan keamanan. Dan militer kami juga mengambil tindakan pencegahan,” kata Peskov, seperti dilansir Moscow Times.

Peskov mengatakan kepada awak media bahwa masih “terlalu dini” untuk membicarakan tentang masa depan pangkalan militer Rusia di Tartus dan Hmeimim. Dia menegaskan bahwa pangkalan tersebut akan menjadi subyek diskusi dengan siapa saja yang akan berkuasa di Suriah selanjutnya.

Peskov menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Turki, negara yang mendukung pasukan Hayat Tahrir Al-Sham (HTS), pecahan Al-Qaeda yang melakukan serangan tiba-tiba dan menguasai sejumlah kota penting Suriah yang akhirnya membuat Bashar Assad kabur. Peskov mengatakan bahwa Rusia sudah melakukan pembicaraan dengan Turki dua pekan sebelum HTS melancarkan serangannya.

Hari Ahad, mengutip sumber-sumber anomim, sejumlah kantor berita Rusia melaporkan bahwa kelompok-kelompok pemberontak yang menggulingkan rezim Bashar Assad “memberikan jaminan atas keamanan pangkalan militer Rusia dan institusi-institusi diplomatiknya yang ada di wilayah Suriah”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar assadHTSrusiasuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FBI Selidiki Drone Misterius yang Tampak Terbang di Sejumlah Daerah
Tulisan selanjutnya Puluhan Penerima Hadiah Nobel Menentang Pencalonan RFK Jr sebagai Menteri Kesehatan AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?