Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sebanyak 500 Perwira Militer Zionis ‘Israel’ Mengundurkan Diri

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Desember 2024 10:53 10:53 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 Desember 2024 11:15
Bagikan
Perwira Israel
Bagikan

Hidayatullah.com—Media ‘Israel’ melaporkan bahwa ratusan perwira penjajha mengundurkan diri dari ketentaraan di puncak perang  Gaza. Media Yahudi menggambarkan krisis tenaga kerja di ‘Israel’ ini “sangat parah”, setelah militer berencana untuk memperluas jajarannya.

Militer ‘Israel’ melaporkan sejak kuartal kedua tahun ini, khususnya dalam enam bulan terakhir, sekitar 500 mayor telah secara sukarela meninggalkan kemiliteran, demikian laporan surat kabar Yahudi, Israel Hayom.

Surat kabar tersebut menganggap bahwa ini adalah statistik yang “harus mengguncang ‘Israel’,” terutama pada saat tantangan keamanan meningkat dan militer berencana untuk membangun kerangka tempur tambahan.

Ditambahkannya bahwa pimpinan militer ‘Israel’ terkejut dengan skala fenomena ini, mengakui bahwa mereka memperkirakan gelombang pengunduran diri perwira akan meningkat setelah perang, bukan selama perang.

Laporan tersebut menyoroti bahwa militer memulai perang dengan bergulat dengan kekurangan tenaga kerja yang akut. Pada tahun 2022, tercatat 613 mayor meninggalkan angkatan darat dalam satu tahun, bersama dengan perwira berpangkat rendah, khususnya kapten.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Media Yahudi itu menyebutkan bahwa proyeksi untuk tahun 2025 “tidak menggembirakan,” menjelaskan bahwa alasan di balik krisis di antara prajurit yang bertugas tetap banyak dan tidak semata-mata terkait dengan beban tak tertahankan yang ditimbulkan oleh perang.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa fakta bahwa banyak prajurit yang bertugas tetap hampir tidak melihat rumah atau keluarga mereka selama setahun terakhir karena perang yang sedang berlangsung telah meninggalkan dampak.

Laporan juga menunjukkan bahwa tidak seperti prajurit cadangan, yang menerima dukungan publik, hibah, dan bantuan keuangan yang signifikan, prajurit yang bertugas secara tetap tidak menerima pengakuan, empati publik, atau manfaat yang sama.

Menurut surat kabar tersebut, para prajurit cadangan juga menikmati waktu istirahat dari pertempuran, sementara para prajurit yang bertugas secara tetap terus menjalani tugas dengan intensitas yang sama melelahkannya.

Situasi seperti ini tidak mungkin berubah dalam waktu dekat mengingat demobilisasi para prajurit cadangan dalam skala besar.

Perwira yang ‘tidak terlihat’

Selain itu, laporan tersebut menyoroti bahwa para perwira militer senior telah lama mengakui masalah tersebut dan menyadari bahwa para prajurit yang bertugas tetap merasa “tidak terlihat” di mata publik.

Sementara itu, Israel Hayom mengatakan ada “perdebatan sengit” di antara tentara yang bertugas tetap, dengan banyak yang percaya perang hanya membuktikan bahwa mereka dapat bertugas sebagai tentara cadangan tanpa bekerja penuh waktu dengan gaji yang relatif rendah.

Surat kabar itu menggambarkan krisis itu sebagai “sangat parah” sekarang, karena militer Israel berencana untuk memperluas jajarannya guna memenuhi berbagai tanggung jawab tambahan yang dibebankan oleh perang.

Ancaman strategis

Media itu melaporkan, krisis tentara ini tidak terbatas hanya pada mereka yang berngpangkat kapten dan mayor, laporan itu  menambahkan bahwa ada juga “sejumlah besar” komandan unit, termasuk perwira tempur, yang tidak yakin tentang jalan masa depan mereka.

Pada tahun 2024, hanya lima letnan kolonel yang keluar dari militer, dan tidak ada dari unit tempur, tetapi menurut tren saat ini, angka untuk tahun 2025 bisa “mengkhawatirkan”, bahkan di antara unit tempur, kata Israeli Hayom.

Surat kabar itu memperingatkan bahwa masalah itu tidak terbatas pada militer Israel, menegaskan bahwa krisis tenaga kerja merupakan ancaman strategis bagi “Israel” itu sendiri.

“Perang tidak dimenangkan dengan tank dan pesawat, tetapi dengan orang-orang yang mengoperasikannya,” simpulnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineisraelMedia Yahudimiliter Israelperwira Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Prihatin Tak Ada Suara Adzan dan Masjid di Kawasan Thamrin Sudirman  
Tulisan selanjutnya Prabowo Lakukan Pertemuan dengan Erdogan dalam Situasi Bersahabat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?