Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemerintah Italia Mengaku Pakai Spyware Buatan Israel tetapi Bantah Memata-matai Jurnalis dan Aktivis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Februari 2025 19:52 7:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Februari 2025 19:52
Bagikan
Serangan Siber Hacker terhadap Israel
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Italia hari Rabu (12/2/2025) membantah tuduhan bahwa pihaknya memata-matai jurnalis dan aktivis migran dengan menggunakan spyware buatan perusahaan Israel bernama Paragon Solutions, tetapi mengakui selama bertahun-tahun menggunakan jasa perusahaan tersebut.

Platform berbagi pesan WhatsApp milik Meta pada 31 Januari memberitahukan para penggunanya di seluruh wilayah Uni Eropa bahwa mereka menjadi target serangan spyware menggunakan teknologi dari perusahaan siber Israel Paragon Solutions.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Meta dari kantornya di Italia, WhatsApp mengatakan bahwa platformnya “diganggu” oleh spyware Paragon yang menarget sejumlah penggunanya, termasuk para jurnalis dan aktivis, lapor Associated Press.

Spyware Paragon buatan Israel tersebut memiliki teknologi pengintaian setara kemampuan militer.

Setelah koran The Guardian mengangkat isu itu ke publik, pemerintah Italia pada 5 Februari mengkonfirmasi bahwa sedikitnya tujuh ponsel orang Italia tersangkut dengan masalah itu dan pihaknya sudah meminta Badan Keamanan Siber Nasional, yang memberikan pertanggungjawabannya ke kantor perdana menteri, untuk melakukan investigasi. Dikatakan bahwa ponsel-ponsel lain yang terkena sasaran memiliki nomor berasal dari Belgia, Yunani, Latvia, Lithuania, Austria, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Swedia.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berbicara kepada anggota majelis rendah parlemen Italia pada hari Rabu, Menteri Kabinet Luca Ciriani mengkonfirmasi bahwa pemerintah selama bertahun-tahun memiliki kontrak dengan Paragon Solutions untuk memberikan jasa pengumpulan informasi dan data intelijen guna kepentingan memerangi teroris dan ancaman lain yang membahayakan negara. Namun, Ciriani bersikukuh mengatakan bahwa tidak ada hukum yang dilanggar dan membantah bahwa pemerintah menggunakan teknologi itu untuk memata-matai jurnalis secara ilegal. Ciriani mengancam akan menggugat hukum pihak-pihak yang memberikan klaim sebaliknya.

The Guardian melaporkan bahwa Paragon menghentikan kontraknya dengan Italia setelah serangan spyware tersebut terungkap ke publik. Namun, Ciriani mengatakan bahwa kontrak jasa intelijen tersebut masih terus berlangsung.

Dilansir Associated Press, Koran Israel Haaretz melaporkan bahwa Paragon memiliki dua kontrak dengan Italia untuk Graphite, teknologi pengintaian setara kemampuan militer yang bisa meretas ponsel-ponsel pintar yang terenkripsi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelItaliaspyware
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Guru Saudi yang Mengajar Narapidana Dianugerahi Global Teacher Prize
Tulisan selanjutnya Sengaja Tabrak Orang di Munich Jerman Pria Afghanistan Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?