Hidayatullah.com–Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk memastikan negerinya mencapai status negara maju pada tahun 2020 nanti dan bangga menggunakan prinsip-prinsip syari’ah Islam sebagai acuan sebagaimana diatur oleh konstitusi, demikian dikataan Perdana Malaysia Najib Abdul Razak dalam acara Perayaan Maulidur Rasul 1435, Senin (13/01/2014) kemarin.
Perdana Menteri juga mengatakan keberhasilan negara itu dalam upaya mempromosikan Islam dan mengadopsi demokrasi telah diakui oleh para pemimpin dunia, termasuk pemimpin Turki selama kunjungannya ke Malaysia baru-baru ini .
Dia mengatakan bahwa pemerintah akan terus menjaga kesucian Islam dari ancaman kelompok tertentu.
“Saya menyerukan kepada semua orang untuk menjaga keharmonisan dan saling pengertian antar agama yang telah kami bangun selama ini. Memiliki keyakinan bahwa saling pengertian dan toleransi adalah kunci untuk kesatuan umat yang terdiri dari berbagai ras dan agama di negara ini, ” katanya dikutip Kantor Berita BERNAMA.
Dalam acara bertema ‘Moderasi adalah kunci untuk Solidaritas Umat’ (Wasatiyyah Tonggak Kesatuan Ummah) , Najib juga mengatakan moderasi tidak berarti akan mundur, mengambil cara pendekatan ekstrim hanya akan membahayakan stabilitas politik, sosial dan ekonomi suatu negara.
“Faktanya adalah moderasi didasarkan pada keadilan sosial, superioritas atau keunggulan serta menjadi seimbang atau moderat.
“Dengan demikian, ‘wasatiyyah’ atau moderasi adalah kunci untuk segala sesuatu, salah satu yang menentukan kemakmuran, harmoni dan kesatuan bangsa atau ras, ” katanya.
Sementara itu dalam hubungannya dengan perayaan Maulidur Rasul 1435 H , Najib berharap bahwa dengan mengingat kelahiran Nabi Muhammad bisa memberikan katalis untuk kesatuan dalam membangun negara.*