Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tidak Sesuai dengan Bulan Suci, Serial TV Ramadhan Mesir Terancam Diboikot

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Februari 2025 17:56 5:56 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Februari 2025 18:00
Bagikan
Serial tv Mesir Ramadhan 2025
Bagikan

Hidayatullah.com – Sejumlah trailer serial TV Mesir yang akan ditayangkan selama bulan Ramadhan memicu ancaman boikot dan kemarahan publik, lantaran dianggap tidak sesuai dengan bulan suci.

Serial yang paling kontroversial, Ish Ish, dibintangi oleh Mai Omar sebagai penari perut yang berjuang dalam hidupnya, telah menuai reaksi keras karena pakaia yang tidak pantas dan dialognya yang vulgar.

Acara yang disutradarai oleh suami Omar, Mohamed Sami, akan ditayangkan di MBC Mesir yang dimiliki oleh Arab Saudi dan platform streamingnya, Shahid.

Banyak warga Mesir, termasuk politisi dan diplomat, telah mengkritik penggambaran perempuan yang diseksualisasi dan banyaknya adegan kekerasan, kejahatan, dan balas dendam dalam tayangan Ramadan tahun ini.

“Beginikah cara kita menyambut Ramadan?” tanya mantan duta besar Mohamed Morsi, mengutuk Ish Ish dalam sebuah unggahan di media sosial.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Seruan untuk memboikot telah mendapatkan momentum, dengan masyarakat Mesir mendesak orang-orang untuk berhenti berlangganan layanan streaming seperti Shahid dan mematikan televisi mereka sebagai bentuk protes.

Ish Ish bukan satu-satunya acara yang menimbulkan kontroversi. Sayyid Al-Nas karya Amr Saad, yang juga disutradarai oleh Mohamed Sami, telah dikritik karena adegan-adegan yang tidak pantas, termasuk penggambaran karakter utama yang bertelanjang dada, meskipun berlatar belakang masyarakat konservatif Mesir Hulu.

Sementara itu, Al-Atawla 2, yang dibintangi oleh Ahmed El-Sakka, Tarek Lotfy, dan Zeina, dikecam karena menampilkan kekerasan grafis, adegan perkelahian, dan ketelanjangan yang berlebihan.

Para kritikus berpendapat bahwa tema-tema tersebut bertentangan dengan nilai-nilai spiritual dan moral Ramadhan, dan banyak yang menyayangkan kurangnya film yang mengangkat tema-tema religius atau sosial dalam beberapa tahun terakhir.

Kritikus film veteran Tarek El-Shennawy membela kehadiran tarian dan romantisme dalam acara-acara Ramadan, dengan alasan bahwa standar hiburan telah berevolusi dari waktu ke waktu.

“Sebelum televisi Mesir diluncurkan pada tahun 1960, menonton film dan pertunjukan langsung di bioskop dan klub malam adalah bagian normal dari budaya Ramadhan,” katanya.

Namun, aktor Hesham Abdallah menolak pembelaan ini, dan menyebut tren ini sebagai bagian dari penurunan moral yang lebih luas di media Mesir.

“Ini adalah perang ideologi – merusak nilai-nilai, melemahkan iman, dan mengikis etika seluruh generasi,” ia memperingatkan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MesirRamadhan 2025Serial televisiTrailer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saluran Air dan Sanitasi di Jalur Gaza ‘Israel’ Hancurkan 1.000 Mil Saluran Air dan Sanitasi di Gaza
Tulisan selanjutnya Arab Saudi rudal balistik Laporan: Arab Saudi Diam-Diam Tingkatkan Kemampuan Rudal Balistik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?