Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hakim Periksa Pejabat Tinggi Keamanan Libanon Terkait Ledakan di Pelabuhan Beirut 2020

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 April 2025 17:19 5:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 April 2025 17:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hakim yang menangani kasus ledakan di gudang pelabuhan Beirut tahun 2020 memeriksa dua bekas pejabat tinggi keamanan Libanon, termasuk seorang bekas kepala Direktorat Keamanan Umum.

Untuk pertama kalinya sejak dipanggil hampir empat tahun silam, hari Jumat (11/4/2025), bekas kepala Direktorat Keamanan Umum hadir di persidangan, kata empat aparat kehakiman dan dua aparat keamanan, yang berbicara kepada Associated Press tanpa berkenan identitasnya diungkap karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Dalam persidangan hari Jumat itu hadir Mayjen Abbas Ibrahim dan bekas kepala Keamanan Negara Mayjen Tony Saliba, serta beberapa aparat lain yang didakwa dalam kasus ledakan yang menewaskan lebih dari 220 orang itu. Apa saja dakwaan yang dikenai atas mereka tidak diungkapkan.

Hakim Tarek Bitar menanyai perihal operasi yang dilakukan Direktorat Keamanan Umum semasa kepemimpinan Ibrahim dan meminta dokumen-dokumen terkait, yang dikatakan oleh pengacaranya akan diserahkan dalam persidangan pekan depan.

Ibrahim memimpin Direktorat Keamanan Umum antara tahun 2011 dan 2023. Dia dikenal memiliki koneksi dengan banyak tokoh regional dan internasional, termasuk tokoh-tokoh Hizbullah, para pejabat dan tokoh Suriah dari rezim Assad, serta sejumlah tokoh dari negara-negara Barat, yang menjadikannya seorang mediator politik penting.

Baca Juga

Turki dan ‘Israel’ Berlomba-Lomba Jadi Pusat AI Dunia
Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026
Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam

Dalam sebuah pernyataan, pihak pengacara Ibrahim mengatakan bahwa kliennya bersedia hadir di persidangan meskipun dia memiliki imunitas dan pernah melayangkan gugatan hukum terhadap hakim Bitar.

Pengacaranya mengatakan kehadiran Ibrahim menunjukkan sikap penghormatannya kepada keluarga para martir dan korban, kepercayaannya terhadap keadilan dan kebenaran, serta komitmennya terhadap prosedur hukum yang berlaku.

Persidangan hari Jumat merupakan kehadiran Saliba untuk yang keempat kalinya, di mana dia menyerahkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tugasnya sebagai kepala Keamanan Negara. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kemudian, dia menggambar bahwa persidangan itu “positif”.

Pada 4 Agustus 2020, ratusan ton ammonium nitrate yang tersimpan di dalam gudang pelabuhan Beirut meledak, menewaskan sedikitnya 218 orang dan melukai lebih 6.000 orang lainnya, serta menimbulkan kerusakan meluas di bangunan dan properti di daerah sekitarnya.

Ledakan itu, salah satu ledakan terbesar non-nuklir dalam sejarah, menimbulkan guncangan yang dirasakan ke seluruh penjuru Beirut dan meningkatkan kerusakan bernilai miliaran dolar.

Sempat terhenti selama beberapa tahun karena pengaruh politik, hakim Bitar melanjutkan penyelidikan kasus itu pada pertengahan Januari tahun ini. Dia memeriksa para pekerja pelabuhan dan pegawai kepabeanan, pensiun tentara, bekas kepala keamanan pelabuhan, bekas direktur intelijen militer, serta belasan saksi lain.

Kemajuan persidangan kasus ini seiring dengan perubahan politik di Libanon, termasuk pemilihan Joseph Aoun sebagai presiden dan penunjukan Nawaf Salam sebagai perdana menteri. Mereka berdua dipandang sebagai “orang luar” dari lingkaran politik yang selama ini menguasai Libanon, yang sebagian di antaranya menjadi terdakwa dalam kasus ledakan di pelabuhan Beirut itu.

Sejumlah pejabat yang terseret ke dalam kasus itu menuding hakim Bitar bias dan mereka menolak untuk memberikan kesaksian di pengadilan. Mereka bahkan menggugat hakim Bitar.Pekan depan, Bitar diperkirakan akan mulai memeriksa sejumlah tokoh politik termasuk Hassan Diab, yang menjabat perdana menteri ketika insiden itu terjadi.

Sementara itu, sebuah delegasi Prancis diperkirakan akan menyerahkan hasil penyelidikan mereka terhadap insiden itu pada akhir April. Prancis membuka penyelidikannya sendiri setelah 3 warganya dipastikan ikut menjadi korban dalam ledakan itu. Namun, para hakim Prancis kesulitan mengakses dokumen dari penyelidikan oleh aparat Libanon disebabkan kendala politis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BeirutLibanon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Pecat Tentara Cadangan yang Kecam Perang di Gaza
Tulisan selanjutnya Sungai dan Danau di Jerman Kurang Air

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza

Berita
14 Agustus 2026 11:22
Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
Helikopter Tempur Apache Jatuh di Texas Dua Prajurit Amerika Tewas
Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia
Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam

Terbaru

  • Turki dan ‘Israel’ Berlomba-Lomba Jadi Pusat AI Dunia
  • Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
  • MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
  • DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026
  • Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam
  • Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
  • 19 Kota di Dunia Gelar Aksi Demo, Desak Blokade Gaza Segera Dibuka
  • Data Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka-Luka
  • Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali
  • 7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT

Mungkin Anda Juga Suka

Aksi demonstrasi pro Palestina terhadap tim bola basket Israel di Spanyol
Berita

19 Kota di Dunia Gelar Aksi Demo, Desak Blokade Gaza Segera Dibuka

18 Agustus 2026 16:00
Berita

Data Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka-Luka

18 Agustus 2026 14:10
Berita

Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali

18 Agustus 2026 13:28
Berita

7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT

18 Agustus 2026 12:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?