Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ratusan Pejabat Intelijen Mossad dan Pasukan Elit ‘Israel’ Minta Akhiri Perang Gaza

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 April 2025 15:34 3:34 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 April 2025 15:31
Bagikan
440433-12
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 250 mantan pejabat badan intelijen ‘Israel’ Mossad menerbitkan petisi baru hari Ahad malam menyerukan segara diakhirinya perang di Gaza serta memfasilitasi pembebasan para sandera, menurut media ‘Israel’.

“Surat yang diinisiasi mantan anggota Mossad Gail Shorsh tersebut, memiliki tanda tangan tiga mantan pemimpin Mossad yaitu Danny Yatom, Ephraim Halevy dan Tamir Pardo, serta puluhan kepala departemen dan wakil kepala departemen lembaga itu,” ujar harian Yahudi, Yedioth Ahronoth.

Ini petisi kedua dalam 24 jam yang ditandatangani mantan dan anggota aktif pasukan penjajah ‘Israel’.

Petisi tersebut menambah gelombang penolakan publik yang terus berkembang di kalangan lembaga keamanan ‘Israel’.

Sejak Kamis, sedikitnya enam petisi telah ditandatangani oleh pasukan cadangan, perwira militer yang telah pensiun, serta para veteran dari berbagai cabang militer penjajah ‘Israel’.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Dokter dan Pasukan Elit Ingin Akhiri Perang

Sebelumnya pada Ahad, ratusan prajurit cadangan dari Unit Intelijen elit Israel 8200, bersama dengan sekitar 2.000 anggota akademisi, telah menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza, menurut laporan di media Israel.

Kalan 12 Israel mengutip pernyataan dari sekelompok akademisi yang menyatakan bahwa hanya kesepakatan politik, bukan tekanan militer yang berkelanjutan, yang dapat mengamankan pembebasan tawanan ‘Israel’ yang saat ini ditahan di Gaza.

Mereka memperingatkan bahwa operasi militer sering kali mengakibatkan kematian para tawanan tersebut dan menuduh pemerintah memprioritaskan agenda politik dan pribadi daripada masalah keamanan yang sebenarnya.

Kanal 13 Israel melaporkan bahwa anggota Unit 8200 menyampaikan kekhawatiran serupa dalam petisi mereka, memperingatkan bahwa memperpanjang perang akan mengorbankan nyawa tentara dan tahanan ‘Israel’.

Mereka juga membunyikan alarm atas gelombang penolakan para prajurit cadangan untuk bertugas.

Sementara itu, Radio Angkatan Darat Israel mengatakan sekitar 100 dokter militer cadangan juga menandatangani surat yang mendesak diakhirinya perang.

Sebagai tanggapan, Kepala Staf Israel Eyal Zamir menyetujui pemecatan perwira senior dan sekitar 1.000 prajurit cadangan yang mendukung petisi tersebut.

Zamir menyatakan bahwa para prajurit tidak dapat secara terbuka menentang perang dan kemudian kembali bertugas dengan seragam, menyebut tindakan mereka sebagai pelanggaran serius.

Secara terpisah, 970 prajurit cadangan Angkatan Udara Israel yang masih bertugas dan yang sudah pensiun merilis surat yang menuntut agar semua tahanan Israel yang ditahan di Gaza segera dipulangkan—bahkan jika itu mengharuskan penghentian kampanye militer.

Petisi tersebut menarik perhatian nasional dan menimbulkan kontroversi internal di dalam Angkatan Udara Israel, menurut Otoritas Penyiaran Israel.

Di antara para penandatangan tersebut terdapat tokoh-tokoh berpangkat tinggi, termasuk mantan Kepala Staf Letnan Jenderal (purn.) Dan Halutz, mantan Panglima Angkatan Udara Mayjen (purn.) Nimrod Sheffer, dan mantan kepala Otoritas Penerbangan Sipil Kolonel (purn.) Neri Yarkoni.

Namun Menteri Pertahanan ‘Israel’ Israel Katz dengan tegas menolak petisi tersebut, menggambarkannya sebagai upaya untuk mendelegitimasi apa yang disebutnya sebagai “perang yang adil.”

Pesan para penandatangan tersebut telah diliput secara luas di media Israel, muncul saat perang di Gaza, yang didukung oleh Amerika Serikat, berlanjut hingga bulan ke-18.

“Kami, anggota cadangan dan awak udara yang sudah pensiun, menuntut agar para korban penculikan dikembalikan ke rumah mereka tanpa penundaan, bahkan dengan mengorbankan penghentian permusuhan segera,” demikian bunyi surat tersebut.

Militer penjajah tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa lebih banyak lagi anggota cadangan yang aktif akan bergabung dalam seruan yang semakin meningkat untuk mengakhiri perang.

Sementara otoritas penjajah memperkirakan bahwa 59 tawanan masih berada di Gaza, 24 di antaranya diyakini masih hidup, lebih dari 9.500 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel.

Genosida yang Berkelanjutan

Aksi genosida ‘Israel’ yang kembali terjadi pada 18 Maret telah mematahkan gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari. Aksi militer terbaru telah menyebabkan ratusan warga Palestina syahid, melukai lebih banyak lagi, terutama warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Sementara pelanggaran tersebut telah dikutuk oleh banyak negara dan kelompok hak asasi manusia.

Sebagaimana biasa, AS terus mendukung penjajah ‘Israel’, dengan menegaskan bahwa kampanye militer tersebut dilakukan dengan pengetahuan dan persetujuan sebelumnya dari Washington.

Sejak Oktober 2023, penjajah telah membunuh lebih dari 50.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan meninggalkan Gaza dalam keadaan hancur.

Pada November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, menuduh mereka melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

‘Israel’ juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di wilayah pantai yang dikepung tersebut.*/aj,aa

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan intelijen Israelgenosida Gazagenosida IsraelHeadlineIDFMossadPasukan Elitperang Gazam PalestinaUnit 8200
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Minta Kasus Fuad Plered Diserahkan Penegak Hukum
Tulisan selanjutnya Bangladesh Perintahkan Penangkapan Anggota Parlemen Inggris Keponakan Sheikh Hasina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?