Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hanya 1 di Dunia Pusat Riset Penyakit Kulit Mycetoma Hancur karena Perang Sudan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 April 2025 14:44 2:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 April 2025 14:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Satu-satunya pusat riset di dunia yang meneliti penyakit kulit mycetoma hancur disebabkan perang antara militer dan RSF yang berkobar di Sudan sejak 15 April 2023.

“Pusat penelitian itu dan semua infrastrukturnya hancur selama perang di Sudan,” kata Ahmed Fahal, direktur Mycetoma Research Center (MRC), kepada AFP (25/4/2025).

“Kami kehilangan seluruh isi bank biologis, yang berisi data selama lebih dari 40 tahun,” kata Fahal.

MRC terletak di wilayah Khartoum, ibu kota Sudan yang bulan lalu berhasil direbut kembali dari tangan RSF.

Didirikan pada 1991 di bawah pengawasan Universitas Khartoum, lembaga itu merupakan contoh keberhasilan langka di Sudan, negeri miskin tetapi kaya akan sumber daya alam termasuk minyak.

Baca Juga

Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026
Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam
19 Kota di Dunia Gelar Aksi Demo, Desak Blokade Gaza Segera Dibuka

Sebuah video yang dibagikan organisasi global Drugs for Neglected Diseases initiative (DNDi) menunjukkan plafon bangunan MRC rontok, rak-rak berjatuhan, lemari-lemari pendingin terbuka dan lembaran dokumen berserakan di mana-mana.

APF belum usa memverifikasi kondisi MRC terakhir.

Pusat riset itu memiliki 50 peneliti dan merawat 12.000 pasien setiap tahun, kata Fahal.

Berbekal keahlian yang dimiliki MRC, pada tahun 2019 WHO dan pemerintah Sudan memggelar First International Training Workshop on Mycetoma, di Khartoum.

“Sekarang, Sudan, yang sebelumnya sudah berada di garis depan dalam penanganan mycetoma, mengalami kemunduran 100 persen,” kata Dr. Borna Nyaoke-Anoke, pimpinan riset mycetoma di DNDi.

Mycetoma dimasukkan ke dalam daftar penyakit tropis yang terabaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mycetoma merupakan penyakit yang banyak diderita petani. Penyakit itu disebabkan oleh bakteri atau jamur dan biasanya memasuki tubuh lewat luka sayatan. Penyakit itu menular dan seiring dengan waktu terus merusak jaringan tubuh seperti kulit, otot, dan bahkan tulang. Gejala umum diantaranya kaki bengkak, tetapi juga dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan di kulit seperti teritip dan membuat tangan seperti tongkat pemukul.

Organisme penyebab mycetoma juga ditemukan di negara-negara tetangga Sudan, termasuk Chad dan Ethiopia, serta di negara teopis dan sub-tropis lain seperti Mexico dan Thailand, kata WHO.

Bagi petani dan penggembala serta mereka yang mengandalkan kerja fisik untuk mencari nafkah, terinfeksi mycetoma bisa berarti kesengsaraan sepanjang sisa hidupnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mycetomaSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesan Libanon untuk Iran: Jangan Ikut Campur Urusan Dalam Negeri Kami
Tulisan selanjutnya MA Brazil Perintahkan Bekas Presiden Collor Masuk Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman

Berita
14 Agustus 2026 08:55
Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia
Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat

Terbaru

  • Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
  • MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
  • DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026
  • Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam
  • Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
  • 19 Kota di Dunia Gelar Aksi Demo, Desak Blokade Gaza Segera Dibuka
  • Data Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka-Luka
  • Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali
  • 7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
  • ‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Data Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka-Luka

18 Agustus 2026 14:10
Berita

Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali

18 Agustus 2026 13:28
Berita

7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT

18 Agustus 2026 12:20
Berita

‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?

18 Agustus 2026 11:39
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?