Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ingin Generasi Sehat, Ini Alasan Pemerintah Cianjur Kirim Siswa LGBT ke Barak Militer

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Mei 2025 12:33 12:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Mei 2025 12:32
Bagikan
Anggota transgender dan LGBT ikut wajib militer di Thailand
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi akan mengirim sejumlah siswa yang dianggap bermasalah, termasuk yang terindikasi sebagai kelainan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), ke barak militer milik TNI.

Kebijakan kontroversial ini akan mulai diterapkan pekan depan, menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Cianjur dengan Kodim 0608 dan Yonif Raider 300/Brajawijaya.

“Kita ingin membentuk generasi yang disiplin, sehat secara mental, dan bebas dari perilaku menyimpang,” kata Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian.

Wahyu menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membentuk karakter dan menekan angka kenakalan remaja yang belakangan meningkat di wilayahnya. Ia menegaskan langkah ini merupakan bentuk pembinaan, bukan hukuman.

“Sesuai arahan Pak Gubernur, kami ingin membina siswa yang terlibat kenakalan remaja. Sudah MoU dengan TNI, pekan ini mulai koordinasi dan pendataan siswa,” ujarnya, Jumat (2/5/2025), usai peringatan Hari Pendidikan Nasional di Pendopo Cianjur.

Baca Juga

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Kategori siswa yang akan dibina meliputi mereka yang terlibat tawuran, menenggak alkohol, merokok, melawan orang tua, hingga kecanduan gim online.

Namun, yang menarik perhatian publik, siswa yang terindikasi sebagai LGBT—ditandai dengan sikap ‘melambai’—juga akan termasuk dalam program ini.

“Kalau memang ada yang terindikasi LGBT, juga akan dibina. Pembinaannya mencakup pendidikan bela negara dan pendampingan psikologis. Kita juga libatkan unsur kesehatan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pihaknya sedang menyusun teknis pelaksanaan program. Menurutnya, siswa yang bermasalah akan dijemput dari sekolah, didata, dan dikirim ke barak untuk menjalani pembinaan selama satu hingga dua bulan.

“Kita sedang susun programnya. Yang jelas nanti siswa akan mendapat materi karakter, kedisiplinan, dan pembinaan keagamaan. Harapannya anak-anak di Cianjur bisa berubah dan memiliki perilaku yang lebih baik,” katanya. Ia menambahkan, prosedur pengiriman juga melibatkan koordinasi dengan sekolah dan orang tua.

Sementara itu, Dandim 0608 Cianjur Letkol Kav Yerry Bagus Merdiyanto menyatakan barak yang digunakan berada di kompleks Yonif Raider 300. Ia memastikan metode pembinaan lebih mengedepankan pembentukan karakter dan kedisiplinan, bukan pelatihan militer.

“Di sini bukan latihan militer. Akan ada olahraga, pendidikan formal, pembinaan agama, semuanya kami siapkan. Guru dan pembinanya dari Pemkab, dibantu oleh anggota TNI,” ujarnya.

Pemerintah daerah menyebut program ini sebagai upaya terakhir dalam menangani kenakalan remaja yang kian marak, seperti kekerasan pelajar, geng motor, dan perilaku menyimpang lainnya.

Namun, kebijakan ini menuai perhatian dan berpotensi memicu kontroversi, terutama terkait pengiriman siswa yang terindikasi LGBT ke barak militer. Beberapa aktivis dan pengamat pendidikan menyuarakan kekhawatiran bahwa pendekatan ini bisa menyasar kelompok rentan dan berpotensi melanggar hak asasi manusia.

Menanggapi hal itu, Pemkab menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tetap dalam koridor pendidikan dan kesehatan mental. “Yang kita lakukan ini adalah pembinaan, bukan hukuman. Semua tetap dalam koridor pendidikan dan kesehatan mental,” pungkas Wahyu.* ant

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Barak MiliterHeadlineKabupatenlgbtPemkab Cianjursiswa bermasalahTNI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dukung Pidato Menlu di ICJ, MUI: Diperlukan Langkah Konkret dan Kolaboratif dari Internasional
Tulisan selanjutnya Kebijakan Vasektomi Wajib untuk Bansos adalah Diskriminatif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?