Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kebijakan Vasektomi Wajib untuk Bansos adalah Diskriminatif

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Mei 2025 13:47 1:47 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Mei 2025 13:50
Bagikan
Ekonom UGM, Wisnu Setiadi Nugroho
Bagikan

Hidayatullah.com— Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, Ph.D., mengatakan, menjadikan vasektomi sebagai syarat menerima bantuan sosial (bansos) adalah diskriminatif dan melanggar hak asasi.

Wisnu menyebut kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebagai bentuk eksklusivitas dalam sistem perlindungan sosial yang seharusnya bersifat inklusif dan adil.

“Menjadikan vasektomi sebagai syarat bansos adalah langkah ekstrem yang bisa melukai prinsip keadilan sosial. Niat membantu justru berisiko menambah tekanan terhadap warga miskin,” ujarnya dalam diskusi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Senin (5/5/2025).

Menurut Wisnu, keluarga miskin memang cenderung memiliki anggota rumah tangga lebih banyak.

Namun, solusi semacam ini mengabaikan banyak faktor penyebab kemiskinan dan justru mempersempit ruang hidup kelompok miskin yang semestinya dibantu, bukan ditekan.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Ia mengingatkan, kebijakan yang mengaitkan bantuan sosial dengan keputusan medis seperti vasektomi membuka jalan bagi penyimpangan kebijakan, pelanggaran hak reproduksi, bahkan manipulasi administrasi seperti praktik surat vasektomi palsu.

“Negara tidak punya hak memaksa warganya melakukan tindakan medis. Ini bukan solusi beradab. Yang dibutuhkan adalah edukasi, bukan paksaan,” tegasnya dikutip laman UGM.

Lebih lanjut, Wisnu menyebut pendekatan sukarela dalam program Keluarga Berencana (KB) seperti yang dilakukan pada masa Orde Baru jauh lebih efektif dan manusiawi.

Menurutnya, edukasi, insentif positif, dan pendekatan berbasis kesadaran jauh lebih tepat ketimbang tekanan koersif. Ia juga mengutip pelajaran dari negara lain.

“Kita tahu bagaimana program satu anak di Tiongkok memicu krisis demografis dan pelanggaran HAM. Di India, sterilisasi massal menyebabkan protes besar karena rakyat dipaksa untuk tunduk pada kebijakan populis yang tidak manusiawi,” ujarnya.

Wisnu merekomendasikan pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan kependudukan yang lebih etis dan partisipatif.

Misalnya melalui kampanye KB sukarela, edukasi kesehatan reproduksi, dan program insentif seperti pemberian voucher kontrasepsi atau penghargaan untuk keluarga berencana.

“Jika bansos dijadikan alat tekanan medis, yang muncul bukan kepercayaan tapi ketakutan dan perlawanan,” tutupnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bansosbantuan sosialdiskriminatifHAMUGMUniversitas Gadjah Madavasektomi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingin Generasi Sehat, Ini Alasan Pemerintah Cianjur Kirim Siswa LGBT ke Barak Militer
Tulisan selanjutnya PP PERSIS: Pemblokiran Juta Konten Judi dan Pornografi Lindungi  Masa Depan Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?