Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menteri India Mengakui Tesla Tidak Tertarik Bikin Pabrik di Negaranya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Juni 2025 14:47 2:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Juni 2025 14:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perusahaan mobil listrik Tesla milik miliarder Elon Musk tidak tertarik untuk mendirikan pabrik di India, demikian diakui Menteri Industri Berat HD Kumaraswamy.

“Mercedes Benz, Skoda-Volkswagen, Hyundai dan Kia telah menunjukkan minat [untuk memproduksi mobil listrik di India]. Tesla, kami tidak mengharapkannya dari mereka,” kata Kumaraswamy, seperti dilansir BBC.

Hal tersebut disampaikan Kumaraswamy pada hari Senin (2/6/2025) bersamaan dengan penerbitan pedoman lengkap tentang skema untuk mempromosikan pembuatan kendaraan listrik di India oleh pemerintah.

Ini untuk pertama kalinya India secara terbuka mengakui bahwa pihaknya tidak berhasil menggaet investasi bernilai banyak dolar dari Musk, meskipun tahun lalu sudah meluncurkan program insentif bagi raksasa pabrikan kendaraan listrik dunia yang berminat untuk membuka pabrik di sana.

Meskipun demikian, Kumaraswamy mengkonfirmasi bahwa Tesla akan membuka dua ruang pamer dan sebuah gerai ritel di India.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Seorang pejabat lain mengatakan kepada kantor berita Press Trust of India bahwa seorang perwakilan Tesla ambil bagian dalam putaran pertama diskusi pemangku kepentingan untuk skema manufaktur, tetapi mereka tidak mengikuti pertemuan putaran kedua dan ketiga.

Selama beberapa tahun sebenarnya Tesla sudah melakukan negosiasi dengan India untuk membuka pabrik di negara itu.

Namun, rencana awal mereka untuk membuka pangkalan di India ditangguhkan pada 2022, setelah pemerintah New Delhi bersikeras Tesla harus membuat kendaraannya di India. Tesla bermaksud mengekspor mobilnya ke India terlebih dahulu guna menakar besaran permintaan pasar di sana.

Pada tahun 2023, Musk mengatakan sedang menimbang waktu yang tepar untuk berinvestasi di pasar India.

Tahun lalu India memangkas pajak impor kendaraan listrik bagi produsen mobil listrik global yang berkomitmen berinvestasi $500 juta (£369 juta) dan memulai produksi lokal dalam waktu tiga tahun. Kebijakan itu diambil setelah Musk mengeluhkan bea masuk yang tinggi sehingga pihaknya kesulitan untuk memasarkan mobilnya di India.

Musk bertemu PM Narendra Modi awal tahun ini di Washington DC di mana keduanya membahas “potensi besar” untuk berkolaborasi di bidang teknologi dan inovasi.

Namun, para analis mengatakan pasar kendaraan listrik India belum cukup matang untuk mendorong Tesla berani berinvestasi secara lokal. Pasar mobil listrik di India hanya mencakup 3% dari penjualan total kendaraan penumpang. Tidak hanya itu, infrastruktur pengisian daya dan kondisi kebanyakan jalan di negara itu tidak cocok untuk kendaraan listrik seperti Tesla.

Alternatif mobil listrik produksi lokal seperti buatan Tata Motors yamg harganya jauh lebih murah, juga menjadi tantangan tersendiri bagi Tesla.

Tata Motors saat ini menguasai lebih dari 60% pasar kendaraan listrik di India. Sementara MG Motors, yang dimiliki bersama oleh perusahaan India JSW dan sebuah perusahaan China, berada di posisi kedua dengan 22%.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Elon MuskIndiaTesla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Sambut Kedatangan 500 Kerabat Tahanan dan Syuhada Palestina untuk Berhaji
Tulisan selanjutnya Hujan Deras Merusak 1.400 Tenda Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?