Hidayatullah.com– Pendiri Microsoft Bill Gates kembali sesumbar akan menyumbangkan hartanya, dengan mengatakan bahwa sebagian besar hartanya akan didonasikan untuk meningkatkan pelayanan bidang kesehatan dan pendidikan di Afrika selama 20 tahun ke depan.
Pria berusia 69 tahun itu mengatakan bahwa dengan membangkitkan potensi manusia melalui kesehatan dan pendidikan, setiap negara di Afrika akan menuju kesejahteraan.
Gates mengumumkan bulan lalu bahwa dia akan menyumbangkan 99% kekayaannya – yang ditaksirnya mencapai $200 miliar – sampai tahun 2045, saat yayasannya berencana untuk mengakhiri operasinya.
“Saya belum lama ini membuat komitmen bahwa kekayaan saya akan disumbangkan selama 20 tahun ke depan. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk membantu Anda mengatasi berbagai tantangan di Afrika,” kata Gates saat berpidato di markas besar Uni Afrika di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, lapor BBC Senin(2/6/2025).
Gates mengatakan yayasannya, yang memiliki sejarah panjang beroperasi di Afrika, akan memusatkan perhatiannya pada peningkatan perawatan kesehatan primer.
“Kita sudah belajar bahwa membantu ibu menjadi sehat dan memiliki gizi yang baik sebelum dia hamil, saat sedang hamil, akan memberikan hasil yang paling kuat,” katanya.
“Memastikan anak menerima gizi yang baik pada empat tahun pertama kehidupannya juga membuat perbedaan besar,” imbuhnya.
Dalam pesannya kepada para inovator muda, miliarder teknologi itu mencatat bahwa telepon seluler telah merevolusi perbankan di Afrika, dan berpendapat bahwa AI sekarang harus dimanfaatkan untuk kepentingan Afrika.
“Afrika sebagian besar sudah melewati perbankan tradisional dan sekarang Anda memiliki kesempatan, pada saat Anda membangun sistem perawatan kesehatan generasi berikutnya, untuk memikirkan bagaimana AI dibangun di dalamnya,” kata Gates.
Dia mengambil Rwanda sebagai contoh, mengatakan bahwa negara itu sudah meningkatkan layanan kesehatan dengan menggunakan USG berteknologi AI untuk mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi.
Gates Foundation sudah mengeluarkan pernyataan bahwa organisasinya akan ditutup pada 20 tahun mendatang, dan Bill Gates bulan lalu mengatakan akan mempercepat penyaluran donasi melalui yayasan yang dibentuk bersama bekas istrinya, Melinda French Gates, tersebut.
“Orang-orang akan mengatakan banyak hal tentang saya saat saya meninggal, tetapi saya bertekad bahwa omongan orang ‘dia meninggal dalam keadaan kaya’ tidak akan termasuk di antaranya,” tulis Bill Gates di blog pribadinya.
Menyumbangkan 99% kekayaannya tetap akan menjadikan Gates orang terkaya kelima di dunia sebagai miliarder, menurut Bloomberg.
Bersama Paul Allen, Gates mendirikan Microsoft pada tahun 1975, dan perusahaan tersebut berkembang menjadi kekuatan dominan dalam industri perangkat lunak dan teknologi lainnya.
Gates mengaku terinspirasi oleh investor Warren Buffett – salah satu donatur besar Gates Foundation – dan para dermawan lainnya, sehingga dia terdorong untuk mendonasikan sebagian besar hartanya.
Namun, para kritikus menuding Gates memanfaatkan yayasannya untuk menghindari pajak dan pada saat yang sama menciptakan pengaruh yang dominan terhadap sistem kesehatan global.
Sebagaimana dikabarkan banyak media, organisasi-organisasi yang berkaitan dengan Gates melakukan investasi besar di industri farmasi dan penelitian obat-obatan dan vaksin, termasuk ketika pandemi Covid-19.*




