Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hong Kong Larang Video Game Reverse Front: Bonfire Buatan Taiwan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juni 2025 20:07 8:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Juni 2025 03:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepolisian Hong Kong melaranga video game asal Taiwan Reverse Front: Bonfire yang memungkin penggunanya berperan sebagai petempur dari Taiwan, Hong Kong dan lainnya membuat rencana untuk menggulingkan Partai Komunis China.

Dalam surat peringatan keras yang dirilis hari Selasa (10/6/2025), polisi mengatakan siapa saja yang mengunduh atau merekomendasikannya akan menghadapi tuntutan hukum yang serius, karena video game itu “menganjurkan revolusi bersenjata,” lansir The New York Times.

Reversed Front: Bonfire merupakan video game strategi perang dengan tampilan visual penuh warna bergaya manga. Para pemain dapat memilih peran menjadi propagandis, pelindung, mata-mata atau gerilyawan dari Taiwan, Mongolia, serta Hong Kong, Xinjiang dan Tibet. Ceritanya merupakan simulasi menggulingkan pemerintahan Partai Komunis China. Sebagai alternatif, pemain juga dapat memilih untuk mewakili petempur pro-pemerintah.

Game tersebut sudah dihapus dari toko aplikasi Apple di Hong Kong pada hari Rabu, tetapi masih bisa diunduh di tempat lain. Game itu tidak pernah tersedia di China daratan.

Awal bulan ini, Google menghapus game tersebut dari toko aplikasinya, dengan alasan penggunaan bahasa yang mengandung kebencian, menurut para pengembang.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Saat ditutup, game itu sudah dinikmati banyak gamer.

ESC Taiwan yang membuat game tersebut merupakan satu kelompok yang terdiri dari sukarelawan anonim, yang berani bersuara lantang menentang Partai Komunis China. Produk mereka, yang mencakup permainan papan yang dirilis pada tahun 2020, didukung oleh donasi dari masyarakat.

Para pengembang mengatakan bahwa penghapusan game tersebut menunjukkan bagaimana aplikasi seluler di Hong Kong sudah menjadi target sensor politik seperti yang terjadi di China daratan.

Melalui media sosial, ESC Taiwan mengucapkan terima kasih kepada pihak berwenang karena mendapatkan publikasi gratis dan nama game tersebut dicari banyak orang lewat mesin pencari Google.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHong KongTaiwanvideo game
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bulan Mei Terpanas Kedua di Dunia Kekeringan Menghantui Eropa
Tulisan selanjutnya Mahkamah Agung Kukuhkan Vonis Pidana Korupsi Bekas Presiden Argentina Cristina Fernández

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?