Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pacaran, Gerbang Kekerasan Seksual Muda Mudi

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Juni 2025 16:09 4:09 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Juni 2025 16:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kekerasan seksual dalam pacaran atau dikenal sebagai dating rape menjadi salah satu isu paling krusial yang disoroti dalam Webinar Nasional “Membangun Kesehatan Reproduksi yang Bebas Stigma”, yang digelar oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) pada Ahad  (8/6/2025).

Dr. Lutfi Agus Salim, S.KM., M.Si., dosen FKM UNAIR dan peneliti bidang kesehatan reproduksi, gender, dan kependudukan dalam paparannya  menyampaikan bahwa isu kesehatan reproduksi tidak bisa hanya dilihat dari sisi medis semata, namun harus ditelaah lebih luas dalam kaitannya dengan faktor sosial, ekonomi, geografi, psikologi, hingga relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan.

Salah satu isu yang dikupas mendalam oleh Dr. Lutfi adalah dating rape, yaitu pemerkosaan yang terjadi dalam hubungan pacaran.

Menurutnya, kasus seperti ini sering kali tidak dikenali sebagai kekerasan karena dilandasi oleh hubungan “suka sama suka” atau kedekatan emosional yang keliru.

“Dating rape termasuk dalam kategori seductive rape,” jelas Dr. Lutfi. “Yaitu pemerkosaan yang dipicu oleh situasi merangsang yang mungkin diciptakan bersama. Namun ketika salah satu pihak memutuskan untuk berhenti atau menolak, dan pihak lainnya tetap memaksa, itulah pemerkosaan.”

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Fenomena ini, lanjutnya, berakar dari pemahaman maskulinitas yang salah. Seorang laki-laki yang merasa bahwa untuk membuktikan dirinya sebagai lelaki sejati, ia harus ‘menaklukkan’ pasangannya.

“Jika ia tidak memaksa, dia merasa gagal sebagai laki-laki,” ujar Dr. Lutfi dengan tegas.

Dalam banyak kasus, korban sudah memberikan batasan tegas. Namun karena tidak adanya pemahaman tentang persetujuan (consent), pelaku mengabaikannya.

Inilah yang membuat banyak remaja perempuan menjadi korban, bahkan oleh pacarnya sendiri.

Kesehatan Reproduksi: Bukan Sekadar Medis

Lebih jauh, Dr. Lutfi menekankan bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya urusan organ tubuh dan pencegahan penyakit, melainkan juga menyangkut relasi sosial, kesadaran akan hak, dan pemenuhan kebutuhan emosional serta psikologis individu.

“Ketika berbicara tentang kesehatan reproduksi, kita berbicara tentang otonomi tubuh, persetujuan, dan relasi yang sehat,” jelasnya.

Dalam teori reproduksi yang inklusif, kesehatan itu menyangkut hak untuk memilih, hak untuk mengatakan tidak, dan hak untuk mengakses layanan kesehatan tanpa diskriminasi atau stigma.

Sayangnya, ujar Dr. Lutfi, stigma masih menjadi penghalang besar, terutama bagi remaja perempuan. “Banyak remaja takut bicara soal seksualitas atau kekerasan yang mereka alami karena takut dicap buruk,” katanya. Padahal, keterbukaan informasi justru menjadi kunci pencegahan.

Webinar yang dilaksanakan secara daring ini diikuti lebih dari 500 peserta remaja dan mahasiswa dari berbagai daerah, dalam rangka program PHOENIX yang mendorong pemahaman komprehensif soal kesehatan reproduksi berbasis kesetaraan dan perlindungan hak.

Acara yang dipandu oleh mahasiswa FIKKIA, Regina Saraswati, itu berhasil membangkitkan antusiasme peserta. Salah satunya, Alifah, peserta asal Jawa Barat.

“Saya baru sadar bahwa kekerasan bisa terjadi dalam pacaran tanpa kita sadari. Terima kasih, acara ini membuka mata dan pikiran kami.”

Ketua Pelaksana acara, Salwa Roudhotul, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang reflektif dan edukatif.

“Kita tidak hanya ingin tahu, tapi juga sadar dan bertindak. Menyuarakan yang benar dan mematahkan stigma.”

“Jangan pernah takut bicara soal hak tubuhmu. Kamu berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh terjadi pada dirimu. Dan itu bukan berarti kamu tidak mencintai seseorang — itu berarti kamu mencintai dirimu sendiri,” tambah dia menutup sesi dengan pesan kepada generasi muda.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dating rapekekerasan seksualKesehatan Reproduksipacaran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Evakuasi 96 WNI dan Pasangan Iran dari Konflik Iran–Israel
Tulisan selanjutnya 21 Negara Arab dan Muslim Kutuk Serangan ‘Israel’ ke Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?