Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Masa Kejayaannya Habis, Xi Jinping: Dunia Bisa Berjalan Tanpa Amerika

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juni 2025 12:44 12:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2025 14:00
Bagikan
Masjid Agama China
Presiden China, Xi Jinping
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden China, Xi Jinping, melontarkan pernyataan keras yang mengkritik dominasi global Amerika Serikat dan membandingkannya dengan kejatuhan imperium-imperium besar dalam sejarah.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh GTV News, Xi menegaskan bahwa dunia tidak bergantung pada satu negara saja, termasuk Amerika Serikat.

“Jika Amerika kehilangan rasa hormat dari dunia, maka ia akan menyadari apa yang setiap imperium yang runtuh pelajari terlalu terlambat: dunia akan terus berjalan. Selalu,” ujar Xi dalam pernyataan tertulisnya yang disiarkan pada Selasa (17/6/2025).

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik militer antara Israel dan Iran, serta keterlibatan militer AS dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Xi menggunakan momen ini untuk mengingatkan bahwa kekuasaan global tidak bersifat abadi.

Pelajaran dari Sejarah Imperium Dunia

Baca Juga

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Xi mengangkat sejarah kejatuhan tiga kekaisaran besar dunia sebagai cermin bagi Amerika Serikat. Ia menyebut: “Seratus tahun lalu, Kekaisaran Inggris menguasai lebih dari 20 persen kekayaan dunia. Dua ratus tahun lalu, Prancis di bawah Napoleon menguasai Eropa. Empat ratus tahun lalu, Spanyol mengendalikan armada global dari Manila hingga Meksiko,” tulis Xi.

Namun, menurutnya, semua itu berakhir karena kekuasaan yang tidak dibangun atas dasar legitimasi dan kepercayaan.

“Kekuasaan akan surut, pengaruh akan berpindah, dan legitimasi akan mati begitu ia dianggap sebagai hak, bukan sesuatu yang harus diperjuangkan,” tegasnya.

Xi menilai bahwa kekuasaan sejati hanya bisa bertahan jika dibangun melalui rasa hormat dan kolaborasi — bukan melalui dominasi sepihak.

Kritik terhadap Campur Tangan Global AS

Pernyataan Xi ini dipandang sebagai kritik terbuka terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya di Timur Tengah. Meski tidak secara eksplisit menyebut serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran pada 16 Juni lalu, Xi dengan tegas menolak gagasan bahwa dunia bergantung pada satu negara.

“Dunia bisa berjalan tanpa Amerika Serikat,” kata Xi.

Di tengah konflik yang terus memanas antara Iran dan ‘Israel’, pernyataan Xi dianggap sebagai sinyal kuat bahwa China ingin menggeser tatanan dunia dari sistem unipolar (satu kekuatan) menuju sistem multipolar yang lebih berimbang.

Tawarkan Tatanan Baru

Pernyataan Xi juga mencerminkan ambisi strategis China untuk memperluas pengaruh globalnya. Dalam konteks dunia yang mulai jenuh terhadap dominasi Amerika, China hadir menawarkan narasi alternatif: tatanan internasional yang tidak dibangun di atas warisan kolonialisme atau kekuatan militer.

“Legitimasi akan mati jika dianggap sebagai hak, bukan diperoleh melalui usaha,” ujar Xi, menyiratkan bahwa AS tidak lagi bisa mengklaim kepemimpinan dunia secara sepihak.

GTV News mencatat bahwa pernyataan Xi ini bukan disampaikan di forum resmi, melainkan melalui platform digital, sebagai upaya menjangkau masyarakat internasional secara langsung.

Respons Global

Pernyataan Xi Jinping menimbulkan beragam tanggapan di panggung internasional. Sebagian pengamat melihatnya sebagai bentuk tantangan terhadap dominasi AS, sekaligus penegasan bahwa China siap mengambil peran sebagai pemimpin global baru.

Namun, sebagian lainnya melihat ini sebagai strategi oportunis di tengah krisis Timur Tengah.

Dengan eskalasi konflik Iran–‘Israel’ yang belum reda dan keterlibatan Amerika Serikat yang makin dalam, dunia kini berada di persimpangan: mempertahankan dominasi lama atau membuka jalan bagi keseimbangan baru dalam politik global.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatchinadominasi globalHeadlineimperium-besaringgrisPrancisXi Jinping
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukum Duduk di Masjid bagi Orang yang Berhadast Kecil atau Sedang Junub
Tulisan selanjutnya PBB Pindahkan Sejumlah Staf Internasional dari Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?