Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mahasiswa Pro-Kemalis Halangi Spanduk Ayat Al-Qur’an di Wisuda İTÜ dengan Pesan Sekuler

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Juli 2025 22:26 10:26 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Juli 2025 22:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Acara wisuda Fakultas Ilmu Komputer dan Informatika Universitas Teknik Istanbul (İTÜ) pada Sabtu, 13 Juli 2025, diwarnai ketegangan ketika sekelompok mahasiswa membentangkan spanduk berisi kutipan dari Al-Qur’an yang kemudian coba dihalangi oleh mahasiswa pro-Kemal Attaturk (Kemalis) yang meneriakkan slogan-slogan pro-sekularisme.

“Ağızlarıyla Allah’ın nurunu söndürmek istiyorlar. Oysa kâfirler hoş görmese de Allah nurunu tamamlamaktan başkasını istemez.”
(Saf Suresi, 61:8)

İstanbul Teknik Üniversitesi mezuniyet töreni pankartında Kur'an-ı Kerim ayetine yer veren öğrenciler, bir başka öğrenci grubu… pic.twitter.com/iCrI2MQ8mv

— DEVLET YANLISI 🇹🇷 (@Devlet_024) July 12, 2025

Insiden bermula ketika beberapa mahasiswa tampil di panggung wisuda sambil membawa spanduk bertuliskan ayat ke-162 dari Surah Al-An’am: “Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” Spanduk tersebut mengundang reaksi keras dari sekelompok mahasiswa lainnya yang mengaku berpandangan Kemalis (pengikut ideologi Mustafa Kemal Atatürk). Mereka berdiri di depan spanduk untuk menghalangi tampilnya tulisan tersebut di layar utama, sambil meneriakkan slogan “Turki adalah negara sekuler, dan akan tetap sekuler!”

Ketegangan meningkat ketika terlihat beberapa dosen dan staf akademik ikut menyuarakan slogan-slogan sekularisme, alih-alih meredakan situasi. Pembawa acara pun dikritik karena tidak mengambil sikap netral dan justru dinilai membiarkan konflik memanas tanpa upaya untuk melindungi kebebasan berekspresi mahasiswa pembawa spanduk.

Petugas keamanan kampus sempat naik ke panggung dan mencoba mencopot spanduk secara paksa. Namun, tidak terlihat ada intervensi langsung dari panitia atau pimpinan universitas untuk menengahi insiden tersebut. Tindakan pembiaran ini memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai pihak universitas gagal menjaga ruang akademik sebagai tempat yang bebas untuk menyampaikan ide dan keyakinan secara damai.

Merespons kejadian tersebut, Rektorat Universitas Teknik Istanbul merilis pernyataan resmi. Dalam pernyataan tersebut, pihak universitas menyayangkan terjadinya insiden yang mencerminkan ketidaktoleranan terhadap ekspresi keagamaan yang sah.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Universitas kami adalah lembaga yang menjunjung tinggi pemikiran kritis dan kebebasan berpendapat. Upaya untuk secara fisik menghalangi spanduk berisi ayat suci dari Al-Qur’an merupakan bentuk intoleransi yang tidak dapat diterima,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Rektorat juga menegaskan bahwa seluruh proses hukum terkait insiden tersebut akan dijalankan dengan seksama, dan semua pihak yang terlibat akan ditindak sesuai peraturan universitas.

Upacara wisuda yang sejatinya menjadi momentum perayaan kelulusan para mahasiswa justru berubah menjadi sorotan publik karena mencerminkan ketegangan ideologis yang masih membayangi dunia akademik Turki.

Kejadian ini juga memperbarui perdebatan lama seputar batas antara kebebasan berekspresi dan prinsip sekularisme yang diadopsi negara sejak masa pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Atatürk.

Sejak era pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan, Turki mengalami perubahan signifikan dalam ruang publik dan pendidikan, dengan semakin terbukanya ekspresi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara.

Hal ini kerap memicu kekecewaan dari kelompok Kemalis yang menginginkan prinsip sekularisme tetap dominan. Media İLKHA dan Princip menjelaskan bahwa kejadian di ITÜ mencerminkan ketegangan laten tersebut, di mana ekspresi ayat suci pun kini menjadi objek konflik simbolik antara dua kutub ideologi di Turki.

Pihak kampus menutup pernyataan mereka dengan komitmen untuk tetap menjaga suasana akademik yang terbuka, adil, dan bebas dari intimidasi terhadap keberagaman ide dan keyakinan mahasiswanya.*/ İLKHA, Princip,

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anİTÜKemal AttaturkKemalissekularismeTurkiTurkiyeUniversitas Teknik Istanbul
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Serang Damaskus, Minta Militer Suriah Mundur dari Suwaida
Tulisan selanjutnya Dr. Byke: Sekolah yang Muridnya Pria Pun Potensi Homo atau Lesbian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

2 Juni 2026 17:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?