Hidayatullah.com – Setidaknya dua orang terluka dalam serangan udara ‘Israel’ yang menarget Kompleks Staf Umum Angkatan Bersenjata Suriah di Damaskus pada Rabu (16/07/2025), menurut kantor berita pemerintah SANA.
Kontributor Al Jazeera, Zeina Khodr, melaporkan bahwa serangan ‘Israel’ masih terus terjadi hingga detik ini.
“Hanya beberapa menit yang lalu, ada setidaknya tingga hingga empat serangan,” kata Zeina.
“Dua puluh menit yang lalu, terjadi dua serangan, dan beberapa jam lalu, sebuah serangan drone Israel menghantam pintu masuk bangunan tersebut (Kompleks Angkatan Bersenjata),” imbuh Zeina.
Menteri Pertahanan ‘Israel’, Israel Katz, menyebut akan terus melancarkan serangan ke Suriah sampai pasukan pemerintah mundur dari kota Suwaida.
“Rezim Suriah harus membiarkan Druze di Suwaida dan menarik pasukannya. Sebagaimana telah kami tegaskan dan peringatkan, Israel tidak akan meninggalkan Druze di Suriah dan akan menegakkan kebijakan demiliterisasi yang telah kami putuskan,” ujar Katz, seraya menambahkan bahwa IDF akan “segera meningkatkan responsnya terhadap rezim tersebut jika pesannya tidak dipahami.”
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan adanya korban jiwa menyusul serangan Israel di Damaskus, tanpa menyebutkan jumlah korban.
Reuters mengutip seorang saksi yang mengatakan bahwa salah satu serangan ‘Israel’ menghantam dekat istana kepresidenan Suriah.
Sementara itu, militer penjajah ‘Israel’ menyatakan akan mengirimkan pasukan tambahan untuk memperkuat keamanan di perbatasan dengan Suriah.
Langkah ini diambil di tengah serangan udara ‘Israel’ yang kembali dilancarkan di provinsi Suwaida di selatan Suriah, yang tengah dilanda kerusuhan antara komunitas Druze dan Badui.*




