Hidayatullah.com – Otoritas Pemerintah Digital (DGA) Arab Saudi mengumumkan penutupan dan integrasi 267 platform digital di berbagai sektor pemerintahan. Hal ini sebagai bagian dari upaya saudi untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan efisiensi digital.
Melansir Saudi Gazette pada Senin (21/07/2025), ;angkah ini merupakan komitmen yang lebih luas untuk memastikan kualitas layanan digital pemerintah dan integrasi platform sejalan dengan tujuan strategis Arab Saudi.
Dalam pernyataannya, DGA mengungkapkan penutupan ini dilakukan dengan kerangka regulasi meliputi standar tata kelola baru, penerapan sumber daya teknis bersama seperti sistem National Single Sign-On, gerbang pembayaran elektronik, dan Saluran Integrasi Pemerintah.
Semua platform juga diwajibkan untuk mematuhi standar desain terpadu, disebut sebagai “Kode Platform”, agar lebih efisien dan efektif.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program “Pemerintahan Inklusif” yang diluncurkan pada tahun 2022, yang telah mengurangi jumlah platform digital pemerintah dari 817 menjadi 550 pada akhir semester pertama tahun 2025.
Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya pemerintah dan menyediakan layanan digital yang lebih efisien dan berpusat pada pengguna, mendukung transformasi digital Kerajaan yang lebih luas dan meningkatkan kepuasan publik.
DGA menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga pemerintah dalam mengembangkan dan mengelola domain dan platform digital.
Inti dari strategi ini adalah aplikasi nasional “Tawakkalna”, yang dioperasikan oleh Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (SDAIA), yang diposisikan sebagai gerbang utama untuk mengakses layanan pemerintah terpadu.
Otoritas tersebut menegaskan kembali komitmennya untuk membangun ekosistem digital terintegrasi yang meningkatkan kinerja platform digital dan meningkatkan posisi Kerajaan dalam indikator pemerintahan digital global.*




