Hidayatullah.com– Anggota badan legislatif Rusia Duma, hari Selasa (22/7/2025), meloloskan RUU yang mempidanakan aktivitas pencarian konten-konten yang dianggap “ekstremis” di internet, termasuk konten seputar LGBT.
Legislasi itu menarget para pengguna internet yang secara sadar mencari konten yang termasuk dalam daftar ekstremis, yang berisi 5.473 entri dan dipantau oleh Kementerian Kehakiman.
Definisi “ekstremisme” di Rusia terbuka untuk interpretasi, dan memungkinkan aparat untuk menarget kelompok minoritas, oposisi politik, atau membungkam kebebasan berbicara dan berekspresi. Materi LGBT di Rusia terkategori sebagai konten ekstremis.
Berdasarkan peraturan baru tersebut, pelanggar individu terancam denda 3.000 sampai 5.000 rubel (sekitar €30 sampai €50).
Selain itu, mengiklankan layanan VPN terancam denda antara 50.000 sampai 500.000 rubel. Penyedia layanan VPN juga akan dikenai denda apabila mereka membuka akses untuk website yang diblokir pemerintah.
Legislasi itu juga memungkinkan aparat hukum untuk meminta data pengguna tersangka pelanggaran beserta data aktivitasnya di dunia maya ke pihak operator telekomunikasi dan operator ponsel.
Setelah diloloskan Duma, RUU tersebut akan dibawa ke Dewan Federasi untuk disetujui dan selanjutnya dikirim ke Presiden Vladimir Putin untuk ditandatangani sehingga resmi menjadi undang-undang.
Putin sebelumnya mengeluarkan perintah pembatasan atas berbagai perangkat lunak yang berasal dari “negara-negara musuh”. Layanan berbagi pesan seperti WhatsApp bisa dilarang berdasarkan legislasi baru tersebut.
Sekelompok demonstran berunjuk rasa di depan gedung parlemen Duma di Moskow pada hari Selasa guna menyuarakan penolakan mereka terhadap RUU itu. Beberapa orang ditangkap, termasuk jurnalis dari dua media, lansir Euronews.
Sementara itu, para pengguna media sosial saling berbagi tips dan trik cara mengelak dari peraturan baru tersebut, seperti menghindari penggunaan mesin pencari Yandex, menggunakan layanan VPN yang dapat diandalkan, serta mematikan fitur identifikasi biometrik di ponsel.*




