Hidayatullah.com – Warga Yunani pro-Palestina pada Selasa (22/07/2025) berhasil menggagalkan kapal pesiar yang mengangkut pemukim ‘Israel’ yang ingin berlibur di Pulau Syros.
Ratusan warga lokal, sambil membawa spanduk yang berisi kecaman terhadap ‘Israel’, menggelar aksi demonstrasi di pelabuhan tempat kapal pesiar tersebut rencananya akan bersandar.
Kapal pesiar “Crown Iris”, yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran ‘Israel’, Mano Maritime, mengangkut sekitar 1.600 wisatawan ‘Israel’ ketika tiba di Ermoupoli, Syros, sekitar tengah hari untuk berwisata selama enam jam.
Awalnya, Mano Shipping menyatakan bahwa akan ada “sedikit penundaan” dalam penyandaran kapal, karena mereka memperkirakan demonstrasi pro-Palestina akan bubar “dalam waktu setengah jam.”
Namun, perkiraan mereka salah. Aksi demo terus berlangsung hingga 3 jam kemudian. Kapal tersebut memutuskan untuk melewatkan Syros dan mengalihkan rute kapal ke Limassol di Siprus.
Penyelenggara aksi demonstrasi, melalui akun media sosial, mengatakan bahwa tujuan aksi mereka adalah untuk ikut bersama “mengangkat tinju sebagai solidaritas dengan warga Palestina di Gaza.”
“Tidak dapat diterima bahwa turis dari Israel terus disambut di sini sementara warga Palestina menderita di Jalur Gaza,” kata para pengunjuk rasa.
Laporan media Yunani memperkirakan sekitar 300 orang menghadiri aksi demo pro-Palestina di Ermoupoli, yang berpenduduk sekitar 11.000 jiwa.
Surat kabar lokal Syros Press melaporkan bahwa selebaran yang menuntut “Hentikan Genosida” telah tersebar di sepanjang jalan menuju dermaga, dan video menunjukkan sekelompok pengunjuk rasa membawa bendera Palestina berukuran besar saat mereka berjalan di jalan-jalan. Teriakan “Bebaskan, Bebaskan Palestina!” terdengar di latar belakang.
Video lain menunjukkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina di tepi dermaga, meneriakkan slogan-slogan dalam bahasa Yunani.
Yunani merupakan destinasi wisata populer bagi pemukim ‘Israel’, dan diperkirakan 621.000 orang mengunjungi Republik Yunani tersebut pada tahun 2024 saja.
Solidaritas terhadap Palestina di Yunani mengalami peningkatan sejak penjajah ‘Israel’ melancarkan perang genosidanya di Gaza pada Oktober 2023.*




