Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Israel’ Memuji Kurikulum Merdeka terkait Yahudi, Ada Apa?

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 September 2025 06:26 6:26 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 Agustus 2025 06:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kurikulum nasional Indonesia, yang dikenal sebagai Kurikulum Merdeka, mendapat pujian lembaga berpusat di ‘Israel’ setelah sebuah kajian menemukan adanya pergeseran menuju narasi yang lebih inklusif terhadap Yahudi, ‘Israel’, dan kelompok minoritas lainnya. Laporan lembaga riset IMPACT-se yang dikutip laman The Jerusalem Post ini menunjukkan perubahan dalam penyajian topik seperti agama Yahudi, Holocaust, serta konsep jihad yang kini dikontekstualkan lebih luas.

Analisis IMPACT-se, yang menelaah lebih dari 40 buku teks humaniora dan membandingkannya dengan edisi sebelumnya, menyimpulkan adanya “lintasan pasti menuju inklusivitas yang berkembang.” Temuan itu juga menilai kesesuaian bahan ajar baru dengan standar UNESCO tentang pendidikan perdamaian dan toleransi. “Sangat menggembirakan melihat buku-buku teks Indonesia berada di jalur inklusivitas yang semakin kuat,” ujar Marcus Sheff, CEO IMPACT-se.

IMPACT-se sendiri adalah organisasi pemikiran yang berbasis di ‘Israel’ dan fokus pada analisis isi buku pelajaran serta pemberian rekomendasi kebijakan kepada kementerian pendidikan dan donor internasional.

Marcus Sheff, yang memimpin lembaga itu, memiliki latar belakang sebagai mantan editor The Jerusalem Post dan pernah memimpin sejumlah inisiatif komunikasi strategis, termasuk jabatan eksekutif di “The ‘Israel’ Project”; riwayat ini menempatkan IMPACT-se sebagai aktor yang dikenal dalam advokasi kurikulum di panggung internasional.

Pujian dari media penjajah srael seperti Jerusalem Post datang di tengah kondisi diplomatik yang kompleks: Indonesia tidak akan membuka hubungan resmi dengan penjajah ‘Israel’, namun perubahan wacana di dalam sekolah-sekolah dianggap dapat mengurangi stereotip dan membuka peluang dialog masa depan yang –tentu saja—diharapkan menguntungkan pihak penjajah.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Pemerintah Indonesia, yang diklaim IMPAC-se, menyatakan bahwa “Kurikulum Merdeka” dimaksudkan memberi fleksibilitas pada sekolah dan menguatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Kampanya Hasbara

Selain konteks kurikulum, laporan dan penelitian independen memperlihatkan bahwa negara palsu ‘Israel’ serta aktor pro-’Israel’ menjalankan strategi diplomasi publik—dikenal sebagai hasbara—untuk membentuk opini internasional, memerangi antisemitisme, dan mempromosikan narasi tertentu tentang penjajahan.

Literatur akademis dan kajian media sebagaimana dikutip Taylor & Francis Online, menggambarkan evolusi hasbara ke ranah digital, termasuk penggunaan kampanye media sosial dan firma komunikasi untuk mempengaruhi persepsi global.

Ada pula bukti investigatif tentang industri pengaruh digital yang beroperasi dari ‘Israel’, yang menawarkan layanan pengumpulan data dan operasi pengaruh daring—temuan yang mengangkat kekhawatiran soal bagaimana cerita sejarah dan peristiwa kontemporer dipromosikan atau dipersempit dalam ranah publik internasional.

Laporan jurnalis dan penyelidikan independen dikutip CyberScoop telah mendokumentasikan perusahaan dan kampanye yang dirancang untuk memperkuat narasi tertentu serta menanggulangi apa yang mereka sebut negasi atau penyangkalan terhadap tindakan aksi kekerasan dan genosida ‘Israel’.

Para peneliti menekankan bahwa kegiatan ini bagian dari strategi yang lebih luas untuk mempertahankan dukungan internasional meski mendapat kritik atas kebijakan domestik dan militer.

Namun para akademisi dan pengamat pendidikan mengingatkan agar klaim tentang “kontrol langsung” atas kurikulum negara lain tidak digeneralisasi tanpa bukti empiris yang spesifik. IMPACT-se sendiri kerap menjadi subjek perdebatan; beberapa reviewer Eropa dan organisasi menilai metodologi dan interpretasi pada beberapa laporannya memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Dengan kata lain, ada upaya diplomasi dan pengaruh informasi yang terdokumentasi, yang dituduh sebagai usaha penjajah ‘Israel’ secara sistematis “mengendalikan” buku pelajaran di negara lain agar lebih menguntungkan pihaknya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelKurikulum Merdekayahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Australia Larang YouTube Diakses Anak Usia di Bawah 16 Tahun
Tulisan selanjutnya LPM Dompet Dhuafa Resmikan Sembilan Posko Layanan Barzah LPM Dompet Dhuafa Resmikan Sembilan Posko Layanan Barzah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?