Hidayatullah.com– Pihak berwenang Iraq, hari Jumat (8/8/2025), membantah tuduhan bahwa negaranya terlibat dalam upaya Iran untuk menghindari sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat atas ekspor minyak Iran setelah bulan lalu Washington mengaitkan peran seorang pengusaha lokal dalam praktik itu.
Awal Juli, Departemen Luar Negeri AS menjatuhkan sanksi atas 6 entitas dan mengidentifikasi empat kapal yang terlibat dalam pembelian, akuisisi, penjualan, pengiriman atau pemasaran produk minyak Iran.
Di antara entitas yang disanksi adalah jaringan perusahaan yang dikelola oleh pengusaha Iran bernama Salim Ahmed Said, yang dituduh mengambil keuntungan dari penyelundupan minyak Iran yang disamarkan atau dioplos dengan minyak Iraq.
Hari Jumat, direktur perusahaan pemasaran minyak negara Iraq SOMO membantah ada warga Iraq yang terlibat dalam aktivitas seperti itu.
“Tidak ada penyelundupan atau pengoplosan (minyak) di pelabuhan-pelabuhan Iraq atau di wilayah perairannya,” kata Ali Nizar kepada kantor berita resmi Iraq INA seperti dilansir AFP.
Sebelumnya pada hari Selasa, seorang jurnalis AFP, atas undangan pihak berwenang, mendampingi personel angkatan laut dalam sebuah operasi pemeriksaan berkas-berkas dokumen kapal-kapal minyak di wilayah perairan selatan Iraq.
Iran mengecam sanksi-sanksi AS atas sektor perminyakannya, menyebutnya sebagai tindakan keji yang bertujuan menghambat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Iran.*




