Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Militer Myanmar Pakai Teknologi Canggih Eropa untuk Serang Militan dan Sipil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2025 17:10 5:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Agustus 2025 17:10
Bagikan
Tentara Myanmar di Rakhine
Bagikan

Hidayatullah.com– Militer Myanmar menggunakan teknologi canggih Eropa untuk melindungi armada drone miliknya yang melakukakn serangan udara brutal tidak hanya terhadap kelompok-kelompok militan tetapi juga warga sipil.

Militer Myanmar memperoleh teknologi “anti-jamming” buatan Eropa melalui sebuah perusahaan China, menurut laporan yang disusun oleh Conflict Armament Research (CAR) seperti dilansir The Guardian Jumat (8/8/2025).

Para peneliti CAR mendokumentasikan drone-drone militer yang jatuh dai negara bagian Kayah di timur Myanmar, yang telah dibekali dengan modul navigasi canggih yang melindundi drone dari pengacak dan gangguan sinyal. CAR melihat bukti bahwa teknologi serupa digunakan di negara bagian Chin, dekat perbatasan negara itu di sisi barat.

Kurun 12 bulan terakhir junta militer Myanmar menghabiskan banyak uang untuk teknologi drone guna meningkatkan kemampuan tempurnya melawan kelompok-kelompok pemberontak. Myanmar sekarang menjadi negara ketiga terbanyak di dunia yang mengalami kejadian berkaitan dengan drone, menurut proyek Armed Conflict Location and Event Data, yang melacak konflik di berbagai belahan dunia – setelah Ukraina dan Rusia.

Robert Hunter Perkins, kepala riset CAR, mengatakan peralatan perang berupa drone memberikan tantangan tersendiri bagi pejabat pembuat keputusan disebabkan perkembangannya yang sangat pesat.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

“Tawaran yang tersedia di pasar komersial jauh lebih canggih dibandingkan beberapa tahun silam. Sulit bagi inovasi di bidang industri untuk selalu selaras dengan kontrol nasional dan tentunya internasional,” kata Perkins perihal teknologi drone yang beredar di pasaran.

Laporan CAR tersebut tidak menyebut nama pabrik pembuat teknologi anti-jamming itu, maupun di negara Eropa mana perusahaannya berada.

Pihak pabrik mengirimkan produknya ke sebuah distributor tertentu, yang berbasis di China, pada bulan Maret 2023. Pihak Distributor kemudian menjualnya ke sebuah perusahaan di China lain yang mengintegrasikan komponen-komponennya menjadi drone. Pada Maret 2024, pabrik perakitan itu kemudian menjual produknya ke sebuah perusahaan yang berbasis di Ruili, sebuah kawasan pusat perdagangan penting yang berada di sekitar perbatasan China-Myanmar.

Tidak ada bukti bahwa pihak distributor dan pabrik perakitan melakukan pelanggaran, meskipun jika dilihat dari lokasi perusahaan yang berada di ujung rantai pasokan itu, yaitu di sekitar wilayah konflik, perlu menjadi perhatian khusus.

Laporan CAR menegaskan perlunya pemantauan berkelanjutan guna memastikan bahwa sanksi Eropa yang diberikan terhadap junta Myanmar benar-benar ditegakkan.

Myanmar menjadi subyek embargo senjata Uni Eropa dalam berbagai bentuk sejak awal 1990-an. Sanksi-sanksi itu kemudian diperluas pada 2018 sebagai tanggapan atas kebrutalan militer Myanmar terhadap kelompok minoritas, termasuk Rohingya. Sanksi lainnya dijatuhkan lagi atas Myanmar menyusul kudeta militer Februari 2021.

Yadanar Maung, juru bicara Justice For Myanmar, mengaku tidak terkejut dengan laporan CAR tersebut. Menurutnya, banyak peralatan komunikasi, alat pengintai, drone, pesawat dan bahkan sistem pendorong untuk kapal perang berukuran besar masih bisa diperoleh junta Myanmar dengan mudah meskipun sudah ada embargo.

“Uni Eropa perlu memperluas sanksi-sanksi supaya dengan efektif bisa memblokir akses junta terhadap pendanaan, persenjataan, bahan bakar pesawat, secara berkoordinasi dengan sekutu-sekutunya,” kata aktivis itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:droneEropamyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Microsoft membantu intelijen Israel memata-matai warga Palestina dan merancang serangan Microsoft Bantu Intelijen ‘Israel’ Memata-Matai Warga Palestina dan Merancang Serangan
Tulisan selanjutnya Iraq Bantah Terlibat Penyelundupan Minyak Iran yang Dikenai Sanksi AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?