Hidayatullah.com– India mengandeng sebuah perusahaan Prancis untuk mengembangkan dan membuat mesin-mesin pesawat tempur di dalam negeri, kata Menteri Pertahanan.
Menteri Pertahanan Rajnath Singh pada bulan Mei menyetujui prototipe sebuah Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA) generasi kelima, menyebutnya sebagai dorongan signifikan dalam peningkatan kapabilitas pertahanan India buatan anak bangsa.
Singh, saat berpidato dalam sebuah konferensi di New Delhi hari Jumat (22/8/2025), memaparkan tentang pengembangan mesin-mesin jet tempur karya dalam negeri.
“Kita sedang bergerak maju dalam pembuatan mesin pesawat di dalam negeri India sendiri,” kata Singh, dalam komentar yang disiarkan oleh media India seperti dilansir AFP.
“Kami berkolaborasi dengan sebuah perusahaan Prancis utnuk memproduksi mesin di India.”
Singh tidak menyebutkan nama perusahaan itu, tetapi media India banyak yang menyebut nama Safran, yang sudah bekerja sama puluhan tahu dalam sektor aviasi dan pertahaan India.India, salah satu importir senjata terbesar dunia, menjadikan modernisasi militernya sebagai prioritas teratas, dan gencar menaikkan produksi senjata dalam negeri.
Negara berpenduduk terpadat di dunia itu beberapa tahun terakhir meningkatkan kerja sama pertahanannya dengan negara-negara Barat, termasuk melalui aliansi Quad yang dibentuknya bersama degan Amerika Serikat, Jepang dan Australia.
India pada bulan April menandatangani kesepakatan miliaran dolar untuk membeli 26 jet tempur Rafale dari perusahaan Prancis Dassault Aviation.
Pesawat baru itu nantinya akan bergabung dengan 36 jet tempur Rafale yang sudah dimiliki India dan menggantikan jet-jet tempur MiG-29K buatan Rusia.
Singh juga menjanjikan sedikitnya $100 miliar kontrak perangkat keras militer baru buatan dalam negeri pada 2033 untuk mendorong produksi dalam negeri.
Pada dekade ini India sudah membuka sebuah pabrik besar pembuatan helikopter, meluncurkan pesawat angkut buatan dalam negeri pertamanya, kapal-kapal perang dan kapal selam buatan anak bangsa, serta berhasil melakukan uji coba rudal hipersonik jarak jauh.
India, yang merupakan sekutu dekat Israel, menghadapi ancaman dari sejumlah negara tetangga, terutama Pakistan, yang pada bulan Mei berhasil menjatuhkan jet tempur Rafale milik India dengan jet tempur buatan China.*




